SYAKHRUDDIN.COM – Malang tak ditolak, untung tak dapat diraih, demikian pepatah yang tepat dialamatkan pada lelaki bernama Muhammad Daeng Riboko (30), alamat Kabupaten Gowa, yang berlayar seorang diri dari Kota Parepare menuju Kalimantan Timur untuk mencari pekerjaan.
Dengan perahu/rakit dan perbekalan seadanya, Muhammad Daeng Riboko (30) mengarungi laut lepas menuju Pulau Kalimantan.
Di tengah perjalanan ke pulau tujuan, cuaca buruk dan gelombang tinggi menghadang membuat perahu/rakitnya terbalik dihempas gelombang.
Berbagai upaya untuk meraih perahu kembali, hingga korban mampu menyelamatkan diri, dengan menggapai perahunya untuk dapat bertahan hidup, di atas perahu yang sudah terbalik.
Muhammad Daeng Riboko bertahan diatas perahu selama 10 hari. Siang dan malam berdoa untuk mendapatkan pertolongan.
Hidupnya sudah dipasrahkan kepada Sang Khalik. Muhammad Daeng Riboko (30) terus bertahan diatas perahu, badannya lemas karena tak ada makanan, kecuali air hujan dan sesekali air laut kalau sudah sangat haus.
Badannya mulai lecet terhimpit gesekan bambu, kulit terbakar matahari di siang hari, matanya nanar dan tak tahu lagi, kemana arus membawa dirinya.
Berkat kasih sayang Allah kepada hambanya, pertolonganpun tiba di hari kemerdekaan ke-77, tepat pada hari Rabu, 17 Agustus 2022 sekitar 14.00 wita. Sebuah kapal KM.STB 14, sedang dalam pelayaran melihat korban pada titik koordinat lintang/bujur 4°23907″ S / 117°10’210″ E (Selat Makassar).
Muhammad Daeng Riboko (30) tertidur lemas diatas perahu/rakit, lalu crew KM.STB 14 dengan pelampung, melancat dari geladak kapal, disusul penolong lainnya, kemudian mengikat tali perahunya, agar bisa ditarik dan mendekaat ke kapal, selanjutnya dengan tandu lapangan di tarik beramai-ramai sampai ke geladak kapal.
Informasi yang diperoleh di saat korban berhasil siuman, dirawat di geladak kapal, diberi minum dan selimut tebal untuk membungkus tubuhnya yang lemas.
Hasil assement, korban menyeberang lautan dari Parepare menuju Kalimantan, menggunakan rakit atau perahu untuk mencari pekerjaan disana.
Saat korban menyeberang lautan, korban mengalami cuaca buruk sehingga perahu/rakit yang digunakan terhempas ombak dan terbalik.
Beruntung KM.STB.14 sedang melintas dan melihatnya terombang-ambing ditengah laut, korban dalam keadaan lemas dan sebagian kulit tubuh korban terluka/lecet karena terkikis air laut dan gesekan dari rakit yang di tumpanginya.
Adapun ciri-ciri korban setelah dilakukan pendataan oleh petugas di KM STB.14, korban mengenakan jaket/sweater berwarna hitam, celana training panjang berwarna hitam, warna kulit sawo matang, rambut hitam, panjang sebahu.
Pihak keluarga di Gowa belum dapat dihubungi karena telepon selulernya hilang terhempas gelombang laut beserta tas korban.
Berdasarkan keputusan Nahkoda kapal KM.STB.14, Fredy Muhammad Friady, korban akan dibawa ke Stasiun Pantai terdekat di Kalimantan Selatan, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut oleh tenaga medis.
Siapa sebenarnya Muhammad Daeng Riboko (30), mungkin ada dari pembaca/nitizen yang dapat menghubungi pihak keluarganya dan melaporkan kalau yang bersangkutan masih selamat dan sudah berada dalam perawatan medis di Kalimantan Selatan, Semoga cepat ditemukan keluarganya (sdn)
