SYAKHRUDDIN.COM – Ketua DPR RI Puan Maharani secara tiba-tiba mengkritik kebijakan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah perihal aturan baru jaminan hari tua (JHT) yang baru bisa dicairkan pada usia 56 tahun. Puan bahkan menyindir menteri di kabinet Joko Widodo itu tidak sensitif terhadap rakyat.
“Kebijakan itu sesuai peruntukan JHT, namun kurang sosialisasi dan tidak sensitif terhadap keadaan masyarakat khususnya para pekerja,” ujar Puan.
Terkait dengan kritik Puan, pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga tidak kaget dengan aksi curi perhatian politikus PDIP itu. Ia mengungkapkan bahwa pada dasarnya politisi memang selalu mencari momentum untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat, sebagaimana diungkap pada analisis CNN.
Menurutnya, kritik yang dilontarkan para politisi adalah upaya untuk meningkatkan elektabilitas masing-masing individu maupun partai seperti yang dilakukan Puan.
“Kritik itu bukan karena substansi keberpihakannya ke rakyat atau dalam hal ini [JHT] pekerja, tapi lebih kepada untuk mendongkrak elektabilitas pribadinya secara khusus dan secara umum elektabilitas partainya,” ujar Jamiluddin kepada CNN, Selasa 15 Februari 2022.
Terlebih Puan maupun politisi lain mengkritik kebijakan pemerintah melalui media hanya untuk mencari momentum. Jamiluddin mengungkapkan fenomena ini sudah umum terlebih mendekati pemilihan presiden atau Pilpres 2024 (syakh/cnn)
