SYAKHRUDDINNEWS.COM – Jumat kembali menyapa. Hari kedua di bulan Oktober 2026 datang membawa suasana yang berbeda: lebih teduh, lebih khidmat, sebab Jumat bukan sekadar pergantian hari dalam kalender. Melainkan ruang bagi manusia untuk sejenak menghentikan hiruk-pikuk dunia dan kembali menata hubungan dengan Sang Pencipta.
Al-Qur’an mengingatkan dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 9, “Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.”
Pesannya sederhana tetapi dalam: ada saatnya dunia dikejar, ada saatnya dunia ditinggalkan sejenak. Jumat mengajarkan kita bahwa rezeki bukan hanya soal angka di rekening, jabatan, atau hasil pekerjaan, tetapi juga ketenangan hati dan keberkahan hidup.
Setelah salat selesai, Al-Qur’an kembali mempersilakan manusia bertebaran di bumi mencari karunia Allah. Jadi, Jumat bukan hari untuk bermalas-malasan, melainkan hari untuk menjernihkan hati sebelum kembali bekerja dan berkarya.
Tanggal 2 Oktober juga memiliki catatan penting. Di Indonesia, tanggal ini diperingati sebagai Hari Batik Nasional, setelah batik Indonesia diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda pada 2 Oktober 2009. Hari Batik Nasional kemudian ditetapkan melalui Keppres Nomor 33 Tahun 2009.
Di panggung dunia, 2 Oktober juga diperingati PBB sebagai International Day of Non-Violence (Hari Internasional Tanpa Kekerasan), bertepatan dengan hari kelahiran Mahatma Gandhi pada 2 Oktober 1869.
Peringatan ini membawa pesan tentang perdamaian, toleransi, pemahaman, dan penyelesaian persoalan tanpa kekerasan. Maka Jumat, 2 Oktober 2026 seperti mempertemukan tiga pesan sekaligus: iman dari Jumat, budaya dari batik, dan perdamaian dari pesan tanpa kekerasan.
Tiga-tiganya bermuara pada satu hal: bagaimana manusia menjadi lebih baik, lebih dekat kepada Allah, lebih menghargai warisan bangsanya, dan lebih mampu menjaga kedamaian di tengah kehidupan yang semakin gaduh.
Selamat menikmati Jumat yang penuh berkah. Semoga langkah kita hari ini menjadi ibadah, pekerjaan menjadi amal, silaturahmi menjadi perekat, dan setiap persoalan menemukan jalan keluarnya.
Sebuah pantun Pembuka untuk Anda : Pagi Jumat membeli batik, Batik indah warisan negeri. Hari ini hati kita dididik, Menguatkan iman, memperbaiki diri.
Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri yang baru di Istana Negara, Jakarta, Kamis 01 Oktober 2026, Ario Seto dilantik dan diambil sumpahnya.
Pelantikan Komjen Polisi Suyudi Ario Seto ini digelar setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui Suyudi menjadi Kapolri yang baru.
Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang resmi diberhentikan oleh Presiden Prabowo.
Komjen Pol Suyudi Ario Seto kini menjadi calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Prabowo
Pada 1 Oktober 2026, Komisi III DPR RI menyetujui Suyudi setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Sebelumnya, Suyudi menjabat Kepala BNN RI dan pernah menjadi Kapolda Banten.
Suyudi merupakan lulusan Akpol 1994 dengan pengalaman panjang di bidang reserse, kewilayahan, hingga jabatan strategis di tingkat pusat.
Persetujuan DPR tersebut menjadi bagian dari proses konstitusional pengangkatan Kapolri, sebelum tahapan berikutnya sesuai mekanisme kenegaraan.
Kini perhatian publik tertuju pada kepemimpinan baru Polri: mampukah tongkat komando baru membawa penegakan hukum, pelayanan masyarakat, dan kepercayaan publik ke arah yang diharapkan?
Sementara itu, Jejak karier Komjen Pol. Suyudi Ario Seto memperlihatkan perjalanan panjang di tubuh Polri, terutama pada bidang reserse dan penyidikan.
Lulusan Akpol 1994 ini mengawali kiprahnya di Polda Metro Jaya sebagai Kanit Resmob, kemudian menempati sejumlah jabatan kewilayahan hingga menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Kariernya berlanjut ke posisi strategis di Bareskrim, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, hingga Wakapolda Metro Jaya pada 2023 dan Kapolda Banten pada 2024.
Babak penting berikutnya datang ketika Suyudi dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Agustus 2025.
Di lembaga tersebut, ia menjalankan tugas pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, termasuk penanganan jaringan narkotika lintas negara.
Kini, perjalanan itu memasuki fase baru: Presiden mengusulkan Suyudi sebagai calon Kapolri dan pada 1 Oktober 2026 DPR menyetujuinya dalam rapat paripurna.
Jejak panjang dari reserse, kewilayahan, Bareskrim, Polda hingga BNN menjadi bagian dari rekam perjalanan yang kini mengantarkannya menuju pucuk pimpinan Polri.
Dibelahan dunia sana; Sedikitnya delapan warga Palestina dilaporkan tewas dalam sejumlah serangan di Jalur Gaza, sementara lebih dari 20 orang lainnya mengalami luka.
Di antara korban terdapat Muhammad Abdul Aziz al-Najjar (38), seorang jurnalis, penyiar radio sekaligus imam, yang dilaporkan tewas akibat serangan drone di kawasan Al-Mawasi, barat laut Khan Younis, ketika sedang menyiapkan liputan mengenai pendidikan dan hafalan Al-Qur’an.
Kematian al-Najjar menambah panjang daftar pekerja media yang menjadi korban perang Gaza.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut jumlah jurnalis Palestina yang tewas sejak perang dimulai telah mencapai 263 orang, meski angka dan klasifikasi korban perang dapat berbeda menurut sumber dan masih menjadi objek verifikasi.
Di balik setiap angka ada manusia, keluarga, pekerjaan, dan cita-cita yang terputus. Gaza kembali mengingatkan dunia: ketika senjata berbicara, bukan hanya bangunan yang hancur, tetapi juga suara-suara yang seharusnya menyampaikan kebenaran kepada dunia.
Sementara itu, Kisah TKW Marmiati menjadi kabar yang menghangatkan hati. Setelah menjalani masa bekerja di luar negeri, Marmiati akhirnya pulang ke tanah air membawa harapan untuk menata kembali kehidupan bersama keluarga.
Kepulangannya tidak berhenti pada cerita tentang perjuangan mencari nafkah, tetapi berlanjut menjadi sebuah harapan baru: memiliki rumah sebagai tempat berteduh dan memulai kehidupan dengan lebih tenang.
Harapan itu kemudian mendapat uluran tangan dari Ustadz Hilmi Firdausi, yang membantu Marmiati mewujudkan impiannya untuk memiliki rumah.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa di tengah berbagai persoalan kehidupan, masih ada kepedulian yang hadir tanpa banyak bicara.
Rumah bukan sekadar bangunan, tetapi simbol pulangnya seseorang kepada rasa aman, keluarga, dan masa depan. Semoga kebaikan tersebut menjadi keberkahan bagi Marmiati dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk peduli kepada sesama.
Disisi lain, Sorotan publik tertuju pada sebuah sekolah dasar di Gowa yang kondisi bangunannya viral karena dinilai sangat memprihatinkan, bahkan disebut-sebut “mirip kandang ayam.”
Gambaran tersebut menggugah keprihatinan karena ruang belajar semestinya menjadi tempat yang aman, layak, dan nyaman bagi anak-anak untuk menimba ilmu.
Di balik bangunan sederhana itu, ada wajah-wajah siswa yang tetap datang ke sekolah dengan harapan besar untuk meraih masa depan.
Respons cepat pemerintah daerah menjadi penting agar persoalan tersebut tidak berhenti sebagai tontonan di media sosial.
Perhatian bukan hanya soal memperbaiki fisik bangunan, tetapi memastikan anak-anak memperoleh hak atas pendidikan dalam lingkungan yang layak dan bermartabat.
Viral boleh menjadi pintu masuk perhatian, tetapi penyelesaiannya harus nyata: kondisi bangunan diverifikasi, kebutuhan dihitung, lalu perbaikan dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
Di Batam; dugaan pungutan liar (pungli) di Lapas Perempuan Kelas IIB Batam kembali menjadi sorotan setelah percakapan WhatsApp dan bukti transfer beredar luas di media sosial.
Keluhan warga binaan antara lain menyangkut biaya layanan wartel yang disebut mencapai sekitar Rp57 ribu untuk 15 menit, mahalnya sejumlah kebutuhan di kantin, hingga dugaan permintaan uang oleh oknum petugas.
Informasi yang beredar tersebut kemudian mendorong Ombudsman RI melakukan inspeksi mendadak pada 17 September 2026.
Yang menarik, persoalan ini tidak berhenti sebagai isu viral di media sosial. Dalam perkembangan terbaru, Ombudsman memaparkan hasil sidaknya kepada Komisi II DPR RI, termasuk sorotan terhadap dugaan pungli, harga koperasi dan wartel, serta kondisi lapas yang mengalami kelebihan kapasitas.
Ombudsman juga meminta adanya tindakan sesuai aturan terhadap dugaan pelanggaran. Namun, istilah “dugaan” tetap penting digunakan sampai seluruh proses pemeriksaan dan klarifikasi memberikan kesimpulan resmi, agar pemberitaan tidak berubah menjadi vonis sebelum fakta benar-benar terang.
Dari Pattingngaloan, Pangan Lokal Menyapa Belanda ; Ada yang menarik dari aktivitas Shelter Warga Pattingngaloan, Makassar.
Ketua Shelter Warga, Ibu Hj. Nuraeni, menerima kunjungan tamu dari Belanda yang secara khusus ingin belajar mengolah pangan lokal menjadi sajian khas, seperti songkolo, pisang ijo, dan kembang seruni.
Bagi tamu, kegiatan ini bukan sekadar belajar memasak, tetapi juga melihat dari dekat bagaimana perempuan di tingkat komunitas mampu mengolah potensi pangan lokal menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi keluarga.
Ketertarikan mereka menunjukkan bahwa kreativitas perempuan di kampung-kampung Makassar ternyata memiliki cerita yang mampu menembus batas negara.
Di tengah geliat pemberdayaan tersebut, DP3A Kota Makassar juga mempersiapkan kegiatan capacity building yang secara khusus diikuti unsur ketua Shelter Warga pada 6–7 Oktober 2026.
Kegiatan yang semula direncanakan pada 2–3 Oktober di Tompobulu, Maros, kemudian dibatalkan dan dialihkan ke Galesong.
Seluruh peserta diharapkan berkumpul pada Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 12.00 WITA di Halaman UPTD, Jalan Nikel III No. 1.
Dua agenda ini memperlihatkan satu pesan penting: pemberdayaan bukan hanya tentang program, tetapi tentang bagaimana perempuan, pangan lokal, dan kekuatan komunitas dipertemukan untuk melahirkan kemandirian.
Penutup Moka; Sampai di sini jumpa kita, sahabat. Biarkan waktu terus bergulir, membawa cerita dari hari ke hari. Namun percayalah, MoKa akan tetap setia hadir setiap hari, menyapa gawai Anda dengan aneka informasi, peristiwa, dan catatan kehidupan yang layak untuk diketahui, direnungkan, dan dimaknai.
Terima kasih atas kebersamaan, perhatian, dan kesediaan Anda mengikuti setiap goresan MoKa. Jika dalam perjalanan ini masih ada yang belum mampu memuaskan harapan Anda, itulah wujud keterbatasan kami.
Sebab MoKa tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari kesukarelaan; bekerja dalam diam, berjalan tanpa banyak suara, dan berusaha tetap berpijak pada nurani yang tulus.
MoKa mungkin tidak selalu sempurna, tetapi akan terus berusaha hadir dengan satu niat: menyampaikan yang patut diketahui, menyuarakan yang layak direnungkan, dan merangkai peristiwa menjadi catatan kehidupan.
Sampai jumpa pada edisi berikutnya. Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja, karena setiap detik menyimpan cerita, setiap hari menghadirkan makna, dan setiap peristiwa selalu punya pelajaran.
Pantun penutup: Pergi ke pasar membeli delima, Singgah sebentar di tepi taman. Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja, Karena setiap hari adalah kesempatan.