SYAKHRUDDINNEWS.COM — Pagi kembali menyibak tirai waktu. Selasa hadir tanpa gegap gempita, melainkan dalam kesunyian yang mengajak kita bercermin. Setelah hiruk pikuk awal pekan, hari ini menjadi jeda—ruang hening yang memberi kesempatan bagi jiwa untuk bertanya: sudahkah kita benar-benar menjadi manusia bagi sesama?
Di sudut-sudut kota, kehidupan berjalan dengan ritmenya masing-masing. Seorang ibu menyiapkan sarapan dari bahan seadanya, anak-anak melangkah ke sekolah dengan mimpi yang lebih besar dari tas di punggungnya, sementara di sisi lain, ada mereka yang bergelut dengan luka yang tak kasat mata, namun nyata terasa. Hidup, pada akhirnya, bukan sekadar tentang bertahan—melainkan tentang bagaimana kita saling menguatkan.
Tema tentang kepedulian sosial dan keberpihakan pada yang rentan menjadi penting hari ini. Di tengah dunia yang bergerak cepat dan kadang terasa dingin, empati justru menjadi nilai yang kian langka. Padahal, sekecil apa pun perhatian yang kita berikan, bisa menjadi cahaya bagi seseorang yang sedang berjalan dalam gelap.
Perempuan dan anak masih kerap berdiri di garis yang rapuh. Di balik senyum yang mereka tampilkan, tersimpan cerita yang tak selalu sempat terucap. Kekerasan dalam rumah tangga, pernikahan usia dini, hingga pengabaian hak dasar—semuanya bukan sekadar angka, melainkan potret nyata yang menuntut kehadiran kita, bukan sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari solusi.
Begitu pula para lanjut usia. Mereka adalah lembaran sejarah yang masih berjalan. Di tubuh yang mulai renta, tersimpan kisah perjuangan yang sering terlupakan. Mereka tak selalu membutuhkan banyak hal—cukup didengar, ditemani, dan dihargai. Namun di tengah derasnya arus modernitas, mereka kerap tercecer oleh generasi yang berlari terlalu cepat.
Selasa ini mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam: menjadi manusia tak cukup hanya hidup untuk diri sendiri. Kita dipanggil untuk menjadi “rumah”—tempat orang lain merasa aman, diterima, dan dimengerti. Rumah itu tidak selalu berupa bangunan, tetapi bisa hadir dalam sikap, kata, dan tindakan kecil yang tulus.
Barangkali kita tak mampu mengubah dunia dalam sehari. Namun kita selalu punya pilihan untuk tidak menambah luka di dalamnya. Kita bisa memilih untuk lebih sabar, lebih peduli, dan lebih peka. Sebab peradaban besar tidak dibangun dari kekuatan semata, melainkan dari kasih sayang yang terus dirawat.
Pembaca Mozaik yang budiman, hari ini adalah kesempatan baru untuk memperbaiki yang retak, menyapa yang terabaikan, dan merangkul yang hampir jatuh. Jangan menunggu waktu yang sempurna untuk berbuat baik, sebab kebaikan selalu menemukan jalannya sendiri.
Sebab pada akhirnya, hidup bukan tentang seberapa lama kita berjalan, melainkan seberapa banyak jejak kebaikan yang kita tinggalkan. Selamat menjalani Selasa dengan hati yang lapang.Sebuah puisi pembuka untuk Anda:
Di antara sunyi, kita belajar mendengar,
detak hati yang meminta untuk dipahami.
Dan pada setiap luka yang tak terucap,
terselip harapan: manusia masih bisa menjadi rumah.
Ketegangan Global: Hormuz di Ambang Bara ; Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali memuncak. Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat: setiap upaya memasuki Selat Hormuz akan dibalas dengan kekuatan militer. Pernyataan ini muncul di tengah rencana Washington mengawal kapal-kapal di jalur vital energi dunia tersebut. Bagi Teheran, kehadiran militer AS bukan sekadar pengamanan, melainkan bentuk intervensi yang dianggap melanggar kedaulatan.
Selat Hormuz kini bukan lagi sekadar jalur laut, melainkan panggung konfrontasi terbuka. Sejak konflik 2026 memanas, Iran menegaskan kontrol penuh atas kawasan itu. Ancaman terhadap kapal atau kekuatan militer yang dianggap musuh semakin nyata. Dalam situasi genting ini, setiap manuver berpotensi memantik eskalasi lebih luas—menjadikan Hormuz garis tipis antara diplomasi dan perang.
Harga BBM Naik, Publik Menahan Napas ; Kenaikan harga bahan bakar kembali terjadi. PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan tarif BBM non-subsidi per 4 Mei 2026. Pertamax Turbo kini menyentuh Rp19.900 per liter, Dexlite Rp26.000, dan Pertamina Dex mencapai Rp27.900—dengan lonjakan hingga Rp4.000 per liter.
Meski demikian, pemerintah masih menahan harga BBM subsidi. Pertalite tetap di Rp10.000 dan Solar Rp6.800 per liter, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan energi global yang terus meningkat.
Gaza dan Kritik Iran terhadap AS ; Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa krisis Gaza tak lepas dari dukungan Amerika Serikat terhadap Israel. Ia menilai Washington tidak layak memimpin perdamaian, bahkan menyindir agar mundur jika tetap berpihak.
Ia juga menolak narasi konflik Sunni–Syiah sebagai sumber perpecahan, menyebutnya sebagai konstruksi politik untuk melemahkan umat Islam. Iran, menurutnya, berupaya menghapus sekat mazhab demi persatuan menghadapi ancaman bersama.
Puluhan Ribu Jemaah Tiba di Tanah Suci ; Sebanyak 81.992 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci hingga awal Mei 2026. Kedatangan berlangsung bertahap melalui berbagai kelompok terbang yang mendarat di Jeddah dan Madinah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekah.
Pemerintah memastikan layanan berjalan lancar, mulai dari penerimaan hingga akomodasi. Di tengah padatnya arus kedatangan, jemaah diimbau menjaga kesehatan mengingat perbedaan cuaca yang cukup ekstrem.
Imam Masjid Dikeroyok, Luka karena Teguran ; Seorang imam masjid di Palopo, Ahmad (62), masih menjalani pemulihan setelah menjadi korban pengeroyokan usai salat Asar. Ia mengalami luka di wajah dan kepala, termasuk bekas operasi di area mata yang kembali terbuka.
Peristiwa ini dipicu hal sepele—teguran kepada anak yang bermain mikrofon di masjid. Namun, teguran itu memicu emosi keluarga hingga berujung kekerasan. Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
DP3A Makassar: Edukasi sebagai Benteng Awal ; Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar menghadirkan penyuluhan edukasi sebagai upaya mencegah KDRT dan perkawinan anak di Kelurahan Pa’Baeng-Baeng. Bertempat di Rumah Artspace, kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu lingkaran kesadaran. Edukasi disampaikan dengan pendekatan membumi, menegaskan bahwa rumah tangga harus menjadi ruang aman, bukan sumber luka.
Kepala Dinas DP3A menegaskan bahwa persoalan ini adalah tanggung jawab bersama—bukan hanya individu, melainkan seluruh elemen masyarakat.
Penutup ; Pembaca setia Mozaik Kehidupan, sampai di sini perjumpaan kita hari ini. Kata demi kata telah kita rajut, kisah demi kisah telah kita semai—semoga menjadi cermin kecil untuk memahami hidup dengan lebih bijak. Besok, kita akan kembali bertemu dengan cerita baru dan makna yang terus tumbuh dari denyut kehidupan.
Pantun penutup untuk Anda:
Hari Selasa penuh asa,
Mentari pagi menyapa ceria.
Sampai jumpa di kisah berikutnya,
Salam hangat, sukses untuk kita semua.
Salam Hangat,
Syakhruddin Tagana


