SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pembaca setia Mozaik Kehidupan, salam sejahtera selalu. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan. Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, dianugerahi kesehatan, ketenangan jiwa, serta umur yang cukup panjang untuk menjemput hari kemenangan pada 1 Syawal 1447 Hijriah.
Perjalanan hidup manusia sejatinya panjang dan berliku. Setiap hari membawa pelajaran, setiap peristiwa menghadirkan ujian, dan setiap perjumpaan menyimpan hikmah.
Di antara perjalanan yang panjang itu, Ramadan hadir seperti sebuah sekolah kehidupan, sekolah tanpa dinding, namun mampu mendidik jiwa manusia dengan cara yang paling halus.
Ramadan tidak sekadar mengajarkan manusia menahan lapar dan dahaga. Ia melatih kesabaran ketika emosi hampir meledak, menanamkan kejujuran ketika tak ada seorang pun yang melihat, serta mengajarkan pengendalian diri saat hawa nafsu ingin menang.
Selama sebulan penuh, manusia diajak belajar memahami arti empati. Lapar yang terasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari menjadi pengingat sederhana bahwa di luar sana masih banyak orang yang hidup dalam kekurangan.
Dari rasa lapar tumbuh kepekaan, dan dari kepekaan lahir keinginan untuk berbagi. Ramadan juga mendidik manusia menghargai waktu.
Sahur sebelum fajar, menahan diri sepanjang siang, lalu berbuka pada saat yang telah ditentukan, semuanya perlahan membentuk disiplin yang merapikan kehidupan.
Ketika malam tiba, masjid-masjid kembali hidup. Jamaah berdatangan, doa-doa mengalun lirih, dan tangan-tangan terangkat memohon ampunan. Pemandangan itu seakan mengingatkan manusia bahwa hidup bukan sekadar perjalanan dunia, melainkan juga perjalanan menuju akhirat.
Sebagai pembuka, izinkan penulis menyelipkan sebait pantun., “Pantun Pembuka”
Pergi berlayar menuju seberang, Angin Ramadan berhembus tenang. Lapar ditahan sepanjang siang, Hati ditempa menjadi terang.
Terima kasih kepada para pembaca yang terus memberi respon terhadap naskah Mozaik Kehidupan. Ada yang membalas dengan catatan kecil, ada yang sekadar memberi tanda suka, dan ada pula yang hanya membaca lalu menyimpannya dalam diam, “Begitulah dinamika literasi”
Bagi penulis, mengirimkan naskah setiap hari adalah bagian dari sedekah literasi. Sebab memberi tidak selalu dengan materi. Senyum adalah pemberian, dan kata-kata yang menenangkan juga sebuah pemberian, sebagaimana sering diingatkan para ustaz dalam tausiyah di mimbar-mimbar masjid.
Pantun Literasi Pergi ke kebun memetik kenari, Burung berkicau di dahan tinggi. Jika tak mampu memberi materi, Tulisan baik menjadi berbagi.
Tanggal 9 Maret juga menyimpan sejumlah catatan sejarah. Di Indonesia, hari ini dikenal sebagai Hari Musik Nasional, yang diperingati bertepatan dengan hari lahir Wage Rudolf Soepratman, komponis besar pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Pada tanggal yang sama pula, Indonesia pernah mencatat tonggak pembangunan ketika jalan tol pertama di negeri ini, Jalan Tol Jagorawi, mulai dioperasikan pada tahun 1978.
Lebih jauh ke belakang, dunia juga mengenang peristiwa tragis Bombing of Tokyo 1945, salah satu serangan udara paling mematikan dalam sejarah perang.
Dari panggung geopolitik Timur Tengah, dinamika juga terus bergulir. Ajakan Amerika Serikat agar kelompok Kurdi di Irak ikut dalam konflik melawan Iran tidak mendapat sambutan. Pemimpin Kurdi Irak, Bafel Talabani, menegaskan pihaknya tidak ingin terseret dalam rencana militer bersama Israel.
Menurutnya, keterlibatan Kurdi justru dapat memperluas konflik di kawasan. Karena itu mereka memilih memainkan peran sebagai jembatan diplomasi, bukan sebagai bagian dari peperangan.
Ketegangan di kawasan itu juga terlihat dari serangan udara yang menghantam depot minyak di Teheran dan wilayah sekitarnya. Api membubung tinggi di langit malam, asap hitam mengepul tebal, dan tim pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api.
Laporan media menyebutkan sejumlah korban jiwa dari kalangan pekerja transportasi bahan bakar. Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan pasokan energi tetap terkendali dan tidak akan terjadi kekurangan bahan bakar.
Di tanah air, kabar yang lebih menenangkan datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang kembali membuka program mudik gratis Ramadan 2026. Pendaftaran akan berlangsung di kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar.
Sebanyak 13 unit bus besar disiapkan dengan kapasitas sekitar 35 hingga 40 kursi, menargetkan kurang lebih 500 penumpang. Program ini juga diperkuat dukungan CSR dari Jasa Raharja yang menambah armada untuk rute Makassar–Palopo.
Total peserta diperkirakan mencapai 700 hingga 750 orang, sekaligus dilengkapi paket sembako bagi para pemudik.
Program ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jauh yang berisiko tinggi, sekaligus memberi kesempatan masyarakat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
Di sisi lain, kabar yang memprihatinkan datang dari Pekanbaru, Riau. Seorang siswi SMA berinisial PI (17) melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru di sekolahnya.
Laporan tersebut kini mendapat pendampingan dari organisasi perlindungan perempuan dan anak setempat serta telah dilaporkan kepada Polda Riau. Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga dunia pendidikan sebagai ruang yang aman bagi generasi muda.
Di tengah berbagai peristiwa dunia, sebagian warganet juga kembali membicarakan ramalan Baba Vanga, peramal asal Bulgaria yang kerap dijuluki “Nostradamus dari Balkan”.
Ramalan mengenai kemungkinan konflik besar di masa depan kembali ramai diperbincangkan di media sosial, meski kebenarannya tentu tidak dapat dipastikan.
Demikianlah mozaik kecil kehidupan hari ini. Ramadan kembali mengajarkan bahwa hidup bukan sekadar berjalan dari hari ke hari, tetapi belajar dari setiap peristiwa yang kita jumpai.
Dunia boleh gaduh oleh berbagai kabar, tetapi hati manusia tetap bisa menemukan ketenangan dalam sujud dan doa. ebab pada akhirnya, hidup ini memang sebuah sekolah panjang dan Ramadan adalah kelas paling sunyi tempat manusia belajar mengenal dirinya sendiri.
Pantun Penutup Pergi ke sawah memetik padi, Padi menguning di tepi telaga. Ramadan datang mengajar diri, Agar manusia kembali menjaga jiwa, Wallahu a’lam.
Selamat menunaikan Ibadah puasa ramadan 1447H, semoga Anda dan keluarga meraih predikat orang-orang yang bertaqwa.