Menyalakan Asa di Balai Maccini Sombala
Catatan Akhir Tahun Koalisi Perempuan Indonesia Kota Makassar
SYAKHRUDDINNEWS.COM – Menjelang tutup tahun 2025, Balai Maccini Sombala tak sekadar menjadi ruang pertemuan biasa. Siang itu, balai terasa hidup oleh kehadiran puluhan perempuan yang datang membawa semangat, harapan, dan kegelisahan yang sama: keinginan untuk terus memperjuangkan keadilan dan hak-hak perempuan.
Ketua Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kota Makassar, Nurhana, yang akrab disapa Hana, hadir langsung memimpin kegiatan akhir tahun tersebut. Agenda utamanya bukan sekadar silaturahmi penutup tahun, tetapi juga melakukan verifikasi ulang terhadap anggota Balai Perempuan (BP) di tingkat kelurahan, menentukan siapa yang masih aktif, serta membuka ruang bagi lahirnya kader-kader baru yang ingin bergabung dan berjuang bersama dalam barisan Koalisi Perempuan Indonesia.
“Pertemuan ini penting agar kita tahu siapa yang masih aktif, sekaligus memberi kesempatan kepada perempuan-perempuan lain yang ingin menyatu dan berproses bersama KPI,” tutur Hana di hadapan peserta.
Kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi. Kepada para anggota lama maupun peserta baru, disampaikan pemahaman mendasar tentang apa itu Koalisi Perempuan Indonesia, bagaimana visi dan misinya, serta apa saja tanggung jawab seorang anggota KPI yang berposko di Balai Perempuan tingkat kelurahan. Penjelasan itu menjadi fondasi agar gerak organisasi tidak sekadar simbol, tetapi benar-benar berpijak pada kesadaran dan komitmen bersama.
Suasana pertemuan kian hangat ketika sesi diskusi dibuka. Satu per satu peserta angkat tangan, menyuarakan isi hati dan pengalaman mereka. Diskusi mengalir penuh emosi dan keberanian—tentang kekerasan yang masih dialami perempuan, hak-hak yang kerap terabaikan, rasa keadilan yang tak kunjung mereka dapatkan, hingga persoalan bantuan sosial yang sering tidak tepat sasaran.
Di ruang sederhana itu, suara-suara perempuan menemukan tempatnya. Mereka tidak hanya didengar, tetapi juga dihargai. Semangat kebersamaan terasa kuat, menandai bahwa Balai Perempuan bukan sekadar bangunan, melainkan ruang aman untuk berbagi, belajar, dan saling menguatkan.
Pertemuan yang berlangsung lancar dan penuh antusiasme ini diikuti sekitar 50 orang peserta. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama—sebuah penanda kebersamaan sekaligus simbol harapan agar perjuangan perempuan di Kota Makassar terus menyala, melampaui pergantian tahun.
Di Balai Maccini Sombala, akhir tahun 2025 bukan hanya tentang penutupan agenda, tetapi tentang meneguhkan kembali komitmen: bahwa perempuan berhak bersuara, berdaya, dan memperoleh keadilan (sdn)
