SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pagi ini, Senin yang tenang menyapa akhir Desember. Udara terasa lebih lembut, seolah ikut menghormati Peringatan Hari Ibu Nasional 2025. Sebuah hari yang bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menundukkan kepala, mengenang, dan bersyukur atas peran perempuan, terutama IBU, dalam perjalanan hidup manusia dan bangsa.
Dengan tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, Hari Ibu tahun ini menegaskan kembali posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi, penjaga ketahanan keluarga, sekaligus agen perubahan sosial.
Dari dapur sederhana hingga ruang-ruang publik, dari ladang pengabdian hingga panggung kepemimpinan, banyak kisah keberhasilan lahir dari ketulusan seorang ibu yang mendidik dengan kasih sayang, keteladanan, dan doa yang tak pernah putus.
Keberhasilan anak-anak bangsa hari ini, sejatinya adalah pantulan dari kesabaran para ibu di masa lalu. Karena itu, pantaslah pagi ini kita menyampaikan salam hormat: Dirgahayu Hari Ibu 2025. Terima kasih atas cinta yang tak pernah menuntut balas.
Di sisi lain, kalender hijriah mengingatkan kita bahwa Bulan Rajab 1447 Hijriah sedang bersemi. Di masjid-masjid, terutama pada pagi Senin ini, terlihat para jamaah lanjut usia yang dengan langkah perlahan namun hati yang lapang, menghidupkan puasa sunnah Senin.
Usia yang menua tak menyurutkan semangat beribadah. Mereka lebih banyak berdiam diri di rumah Allah, memanjatkan doa, bukan lagi untuk ambisi dunia, melainkan keselamatan iman di penghujung usia.Doa-doa lirih itu mengalir bersamaan dengan denyut kehidupan bangsa yang terus bergerak.
Dari pusat pemerintahan, Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) guna menyikapi polemik Perpol Nomor 10 Tahun 2025, terkait penempatan pejabat Polri aktif di sejumlah kementerian dan lembaga.
Sebuah kebijakan yang mengundang diskursus panjang dan membutuhkan kebijaksanaan para begawan hukum agar supremasi sipil dan tata kelola negara tetap berjalan seimbang.
Namun, pagi ini juga menyimpan kabar duka. Belum tuntas luka banjir bandang di Sumatera, bencana kembali melanda Objek Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan membuat aliran sungai meluap, menerjang kawasan Pancuran 13 Guci pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa intensitas hujan tinggi menjadi penyebab utama meluapnya aliran sungai. Alam kembali mengingatkan manusia akan pentingnya kehati-hatian dan harmoni dengan lingkungan.
Di tengah kabar duka dan dinamika nasional, secercah harapan datang dari tanah suci. Kementerian Luar Negeri RI menyambut positif terwujudnya Kampung Haji Indonesia di Makkah, sebuah langkah besar dalam meningkatkan pelayanan jamaah sekaligus simbol eratnya hubungan Indonesia–Arab Saudi yang telah terjalin selama 75 tahun.
Kehadiran Kampung Haji, ditambah wacana transportasi laut melalui kapal pesiar seperti yang telah dirintis negara tetangga, membuka harapan baru: perjalanan menuju Makkah dan Madinah yang semakin ramah, manusiawi, dan bermartabat bagi umat Islam Indonesia.
Maka, di Senin pagi ini, kita belajar kembali tentang ibu yang setia mendidik, orang tua yang tekun berdoa, bangsa yang terus berbenah, serta harapan menuju tanah suci yang kian dekat.
Semoga langkah kita hari ini—sekecil apa pun—selalu bernilai ibadah dan membawa kebaikan bagi sesama. Selamat menjalani Senin dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih (salam syakhruddin tagana)

Alhamdulillah .. sehat sehatki Dg ngaji sekeluarga…🤲🤲🤲