Namamu kini bergetar di dinding-dinding maya,
terpampang di layar,
terucap di bibir sahabat dan murid,
mengingatkan kami pada kepergian yang begitu mendadak.
Engkau guru, pencerah jiwa,
pena ilmu dan suara nasihatmu
masih kami butuhkan di tengah gelap dunia,
namun Sang Pemilik jiwa
telah memanggilmu pulang,
menutup perjalananmu dengan damai.
Hari ini jasadmu terbujur hening,
esok subuh, Jumat yang suci,
engkau diterbangkan ke tanah kelahiran,
Ambon Manise yang akan menyambutmu
dengan pelukan keluarga dan doa yang tak bertepi.
Engkau bukan sekadar ustaz,
engkau penutur hikmah,
pemain gitar yang mengalun lembut,
penyanyi yang merdu,
seorang insan penuh bakat
yang menoreh jejak di hati kami semua.
Makassar menjadi saksi akhir hidupmu,
di sini engkau menutup lembar perjalanan,
di sana—di kampung halaman—
engkau akan beristirahat tenang
dalam doa-doa yang tak pernah putus.
Selamat jalan, Ustaz,
semoga Allah menempatkanmu
di taman surga penuh cahaya,
dan setiap amalmu
menjadi bekal yang indah di sisi-Nya.
Makassar, 11/09/2025
by.syakhruddin sahabatmu di Al-Abrar
