SYAKHRUDDINNEWS.COM – Suasana shalat Magrib di lantai II Masjid Besar Al-Abrar, Rabu 20 Agustus 2025 mendadak gempar. Seorang jamaah tetap berinial A alias B, yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan, kembali berulah. Oknum A melempar kursi jamaah dan sutra (pembatas sholat) yang digunakan oleh jamaah yang masbud, peristiwa ini terekam jelas oleh CCTV masjid.
Ketua Masjid Besar Al-Abrar, H. Hilal Kadir, berharap agar masalah ini segera mendapat penanganan. “Kami mohon pihak terkait dapat membantu mengamankan yang bersangkutan, agar suasana ibadah tetap tenang dan khusyuk,” ujarnya.
Menindaklanjuti laporan itu, Bhabinkamtibmas Pa’Baeng-Baeng, Brigpol Andi Ruil Syar, langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan. Situasi akhirnya bisa dikendalikan, dan jamaah dapat kembali melanjutkan ibadah dengan tenang lalu Bhabinkamtibmas kembali ke Pos jaga.
Keesokan harinya, Kamis malam 21 Agustus 2025, A bersama pihak yang terlibat, dipanggil ke Polsek Tamalate untuk pendalaman masalah.
Di hadapan petugas, A mengaku sering mengalami gangguan, yang diyakininya sebagai “kiriman setan” dari Imam Masjid Al-Abrar, Lahamuddin Dg. Gassing, yang juga tetangga bahkan guru mengaji dari anak-anaknya.
“Saya tidak melihat setannya, tapi saya merasakannya. Tindakan saya di masjid itu karena setan kiriman dari Pak Imam,” tegas A di hadapan penyidik.
Menanggapi tuduhan tersebut, Imam Lahamuddin Dg. Gassing menyampaikan rasa khawatirnya. “Sebagai imam, saya tentu merasa terancam. Jika saat memimpin shalat tiba-tiba terjadi penyerangan, ini bisa berdampak luas di masyarakat,” ungkapnya dalam wawancara di ruang kerja Kapolsek Tamalate.
Ia juga berpesan kepada sesama imam masjid agar senantiasa waspada. “Menjadi imam itu berat. Selain risiko keselamatan, kehidupan duniawi pun seringkali kurang menjanjikan.
Kadang hanya diminta untuk memberikan keberkahan hidup, tapi ketika terjadi insiden, imam pula yang menjadi sasaran. Sungguh miris,” ucapnya lirih.
Setelah dilakukan mediasi, pihak kepolisian sepakat bahwa A perlu dirujuk ke Rumah Sakit Dadi Makassar untuk menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh. Keputusan ini diambil demi keamanan bersama, mengingat setiap kali kambuh, A selalu beranggapan bahwa penyebab gangguannya adalah “kiriman setan” dari imam masjid.
Subhanallah, sebuah pelajaran bagi kita semua bahwa kesehatan mental jamaah juga merupakan bagian penting dalam menjaga ketenangan dan kekhusyukan beribadah di rumah Allah.
Sementara itu, dari catatan Pengurus Masjid Al-Abrar, kondisi seperti ini pernah terjadi sebagaimana tulisan dalam blog syakhruddinnews, sebagai berikut :
Amir Baso Dg Tiro (ABT), yang berusia 64 tahun, menjadi sorotan pada pagi Selasa, 31 Oktober 2023, setelah insiden yang terjadi di Masjid Besar Al-Abrar. Kejadian ini terjadi setelah sholat subuh berjamaah di masjid tersebut.
Setelah sholat selesai, Amir, yang biasa dipanggil ABT, mulai mengomel sendiri di belakang Imam Lahamuddin Dg Gassing. Setelah berucap salam dan berjabat tangan dengan jamaah lainnya, Amir tiba-tiba bersuara keras dan menuduh Imam Lahamuddin Dg Gassing menyerangnya pada malam sebelumnya, dengan nada yang keras dan membentak, dengan demikian ini peristiwa berlanjut lagi.
Setelah pihak Kepolisian mengantar ke RS Dadi, hari ini Jumat 22 Agustus 2025, harus ke Puskesmas Jongaya untuk mendapatkan pengantar sebagai bahan rujukan ke RS. Dadi di Jalan Lanto Dg Pasewang Makassar (sdn)
