Renungan Malam
Ketika pagi beranjak pergi,
dan petang memeluk bumi dalam senyap,
tibalah malam
waktu bagi jiwa menepi,
menghela napas dari riuhnya hari.
Hari ini kututup dengan hening,
dalam detik yang pelan menari,
menyusun rencana esok hari
dengan harapan yang tak henti.
Waktu terus berputar,
masa silih berganti,
dan malam datang membawa damai,
dalam mimpi-mimpi yang lirih bersemi.
Namun hidup,
tak selalu seindah impian
dan tak selalu semulus harapan.
Kadang luka jadi pelajaran,
kadang tangis justru menguatkan.
Itulah sunnatullah
jalan Tuhan yang menapaki tiap insan,
tak selalu mudah,
tapi selalu penuh hikmah.
Lewat renungan malam ini,
kusampaikan salam rindu
untuk para pejuang yang kini purnabakti,
yang dulu tangguh menantang badai,
kini lebih dulu ke pembaringan
demi tubuh yang butuh ketenangan.
Jangan tangisi nasib,
teruslah bergerak,
teruslah berkarya.
Sebab setiap insan
telah menggenggam takdirnya
sejak napas pertama di dunia fana.
Malam ini,
biarlah jadi jeda yang bermakna.
Renungan ini,
biarlah jadi doa yang bertenaga.
Makassar, 14 Juli 2025
by. syakhruddin Lansia Produktif
SW-Pa’Baeng-Baeng
