Mentari pagi tersembul dari balik gunung
Tersenyum malu pada dunia yang belum sepenuhnya terjaga.
Warga bersiap, perlahan menggeliat,
Menyambut suasana pagi yang masih hangat oleh embun harapan.
Secangkir kopi mengepul di genggaman,
Menjadi teman setia menatap realita.
Para penjual sayur mayur pun mulai menata dagangan,
Di sudut kompleks perumahan yang setia menyambut mereka.
Beginilah dinamika kehidupan,
Denyutnya tak pernah benar-benar padam,
Meski ekonomi global mulai merambah negeriku,
Membawa guncangan yang tak selalu terlihat tapi terasa dalam.
Kemiskinan, keterbelakangan dan fenomena sosial
Sering datang tak diundang,
Menghantui setiap langkah anak negeri
Yang bermimpi di antara reruntuhan asa.
Namun biarlah semua itu terus beresonansi,
Bergaung dalam batin yang tak pernah putus harap.
Kita tak boleh larut dalam kepedihan yang memeluk,
Karena masih ada jalan untuk bangkit,
Masih ada ruang untuk bergerak,
Masih ada hari esok untuk diperjuangkan.
Ayo terus bersemangat untuk berkarya
Karena hidup bukan untuk ditangisi tapi diperjuangkan
Makassar, 7 Mei 2025
by. syakhruddin tagana
