Minggu 20 Oktober 2024
Mulyono tinggalkan Istana
Sepuluh tahun menghuni
Pada bangunan kolonial namun sangat di sukai
Sepuluh tahun rakyat merana
Daya beli menurun
Kekayaan alam di ekploitasi
Semua hanya untuk konglomerasi
Kini waktu sudah menutup segalanya
Mari sambut mentari baru
Semangat kesatria
Sebagai putra fajar yang membawa marwah
Mari kita bangun kembali
Kerusakan sepuluh tahun
Dari anak gorong gorong
Yang bergelar raja propoganda
Mulyono tinggalkan istana,
Sepuluh tahun berlalu sudah,
Di bangunan kolonial yang dirasa indah,
Meski rakyatnya mengeluh resah.
Sepuluh tahun rakyat merana,
Daya beli jatuh, perlahan pudar,
Kekayaan alam dihabisi,
Hanya demi para konglomerat besar.
Kini waktu menutup lembaran lama,
Mari sambut mentari baru di ufuk sana,
Semangat kesatria,
Putra fajar yang membawa cahaya marwah.
Mari bangun kembali negeri ini,
Dari kerusakan sepuluh tahun sunyi,
Dari anak gorong-gorong,
Yang pernah menjadi raja propaganda yang garang.
Di setiap sudut kota dan desa,
Duka dan kesunyian terpahat nyata,
Namun harapan masih ada di dada,
Rakyat percaya, takkan selamanya gelap meraja.
Angin perubahan berhembus kencang,
Meniupkan semangat di hati pejuang,
Masa depan tak hanya milik yang berkuasa,
Tapi bagi semua yang berani bermimpi bersama.
Kini saatnya bangkit dari kehancuran,
Menyulam luka, memulihkan kerusakan,
Bukan lagi untuk segelintir manusia,
Tapi demi rakyat yang rindu bahagia.
Mari bergandeng tangan,
Membangun dunia baru tanpa ketakutan,
Dengan jiwa yang berani, hati yang tenang,
Demi keadilan yang akhirnya menjelang.
Makassar, 19 Oktober 2024
by. syakhruddin. dn
