Isu Kotak Kosong Menguat: Pilgub Sulsel 2024 Tanpa Lawan Tanding?
SYAKHRUDDINNEWS.COM – Wacana kotak kosong semakin menguat di Pilgub Sulsel 2024. Pasangan Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi dikabarkan tidak memiliki lawan yang cukup untuk mencapai minimal 17 kursi, menjelang pendaftaran ke KPU pada Agustus mendatang.
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, saat ini baru mengumpulkan 15 kursi, dengan rincian PPP 8 kursi, PDIP 6 kursi, dan Hanura 1 kursi. Danny masih membutuhkan 2 kursi lagi untuk bisa mendaftar ke KPU.
Sementara itu, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) berada dalam posisi yang lebih sulit, karena baru mengamankan 1 kursi dari Hanura. IAS belum mendapatkan surat tugas dari partai manapun.
Di sisi lain, pasangan Sudirman-Fatma sudah mengantongi 24 kursi, dengan rincian Nasdem 17 kursi dan Demokrat 7 kursi. Bahkan, Gerindra juga segera menetapkan pasangan ini untuk diusung.
IAS angkat bicara mengenai isu kotak kosong di Pilgub Sulsel 2024. Menurutnya, kotak kosong merupakan kemunduran demokrasi dan merusak proses pendidikan politik di Sulsel.
“Isu kecenderungan mempersiapkan agenda politik kontestasi kotak kosong ini, suatu proses pembodohan publik,” kata IAS saat ditemui usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan PKS Sulsel di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar pada Senin, 22 Juli 2024.
IAS mengungkapkan bahwa masyarakat di Kota Makassar sudah memiliki pengalaman dengan kotak kosong, di mana kandidat yang diusung koalisi gemuk kalah melawan kotak kosong.
“Kita punya pengalaman kotak kosong kemarin, bagaimana bisa memuaskan hati pilihan masyarakat kalau tidak ada ruangnya. Dan ketika kotak kosong banyak dipilih oleh masyarakat, saya kira ini menjadi suatu pelajaran yang baik dan jangan sampai terulang,” ujar mantan Wali Kota Makassar ini.
Danny Pomanto juga memberikan tanggapan soal kotak kosong. Ia mengatakan bahwa fenomena kotak kosong sudah pernah terjadi di Sulsel, khususnya di Kota Makassar.
“Walaupun banyak orang bilang itu tidak sehat, tapi itu sah saja dalam mekanisme ini. Di Makassar, kotak kosong menang,” ungkap Danny usai mengikuti fit and proper test PKS Sulsel, kemarin.
Bagi Danny, ia tidak punya upaya untuk melawan kotak kosong. Namun ia menyayangkan jika dalam sebuah kontestasi hanya ada satu kandidat yang bertanding.
“Itu upaya kita semua. Apakah kita melihat Sulsel sudah kekurangan pemimpin? Untuk apa bertanding kalau hanya ada satu kandidat?” bebernya.
Danny menambahkan bahwa demokrasi harus dibarengi dengan berbagai pengujian terhadap kandidat, namun hal itu tidak berlaku jika ada kotak kosong.
“Itu jadi hal yang misterius, karena kotak kosong akan mengumpul kekuatan-kekuatan yang tidak setuju dengan kondisi yang membuat Sulawesi Selatan ini. Pengujian terbaik itu tidak melalui mekanisme yang biasanya dilihat oleh rakyat,” jelasnya.
Sementara itu, Andi Sudirman menanggapi wacana kotak kosong di Pilgub Sulsel 2024. Wacana ini menguat setelah Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi mendapat mandat dari DPP Demokrat untuk maju di pilkada.
“Kami tidak tahu tentang hal itu. Karena soal dukungan parpol di pilkada ditentukan oleh partai. Jika isu kotak kosong dialamatkan kepada kami, itu bukan dari kami,” ucap Andi Sudirman usai mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon gubernur di Kantor DPW PAN Sulsel, pada Senin 22 jULI 2024.
Tak dipungkiri, isu kotak kosong menyasar pasangan Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi. Wacana ini mencuat karena Sudirman-Fatmawati dianggap akan ‘memborong’ semua parpol dan hanya menyisakan parpol yang secara matematis tidak bisa mengusung kandidat di pilgub.
“Jika partai menginginkan kotak kosong, kami tidak bisa melarang atau menolak. Jika komunikasinya baik, masak dilarang?” tutup mantan Gubernur Sulsel itu (sdn)
About the Author
syakhruddin
Administrator
Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Indonesia) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat
