Puisi Jangan Menyia-nyiakan Amanah
Amanah datang, seiring hembusan angin pagi,
Seperti mentari yang terbit tak pernah ingkar janji.
Terurai dalam tanggung jawab, tak mengenal tepi,
Sebentuk kepercayaan, di hati harus tetap bersemi.
Jangan biarkan amanah terabaikan,
Seperti dedaunan gugur di musim penghujan.
Kuatkan hati, bulatkan tekad dalam perjalanan,
Sebab ia titipan suci, dari Sang Pemilik Alam.
Saat kata-kata terlontar, penuh harapan,
Di sanalah amanah tersirat dalam tindakan.
Jaga ia dalam langkah, dalam setiap ujian,
Agar kelak, tak menyesal di penghabisan.
Waktu terus bergulir, seperti aliran sungai,
Amanah yang diemban, janganlah terabai.
Setiap janji yang diucap, peganglah dengan teguh,
Jangan pernah ingkar, walau cobaan merengkuh.
Dalam kehidupan, amanah adalah mutiara,
Berharga dan rapuh, namun bersinar di gulita.
Jangan menyia-nyiakan, pegang erat di dada,
Karena ia adalah cermin, dari nilai kita sesungguhnya.
Bersama amanah, kita mengarungi lautan kehidupan,
Menerjang badai, menggapai puncak harapan.
Jangan biarkan ia hilang dalam kelalaian,
Karena setiap amanah, adalah cerminan ketulusan dan kejujuran.
Makassar, 27 Juni 2024
by.syachruddin.dn
