SYAKHRUDDIN.COM – Bulan suci Ramadan 1445 H/2024 M telah tiba, dan seperti biasa, perbedaan pendapat terkait awal bulan ini menjadi sorotan. Organisasi Islam Muhammadiyah dan An-Nazir di Kabupaten Gowa, misalnya, telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Hari Senin, 11 Maret 2024.
Mereka akan melaksanakan sholat tarwih malam pertama pada minggu malam, 10 Maret 2024, dan puasa Ramadan hari pertama pada Senin, 11 Maret 2024.
Namun, perbedaan pendapat muncul dengan pemerintah, yang melalui sidang Isbat, menetapkan sholat tarwih pertama pada Senin malam, 11 Maret 2024, dan puasa Ramadan hari pertama pada Selasa, 12 Maret 2024. Inilah realitas umat yang kita saksikan saat ini.
Di tengah-tengah perbedaan ini, ada pula kabar dari kalangan keluarga. Suami Rabiah.DN atau yang akrab disapa Bapaknya Uchi dari Telkomas tengah dirawat di Rumah Sakit Labuang Baji, Lantai IV Kamar 1 Baji Ampe sejak Kamis, 7 Maret 2024.
Begitu pula dengan Muhammad Yusuf Dg Tawang Bin Muhadi Limpo, yang datang berobat sendirian ke rumah sakit karena asma akut.
Kejadian mengejutkan terjadi saat yang bersangkutan mengalami kondisi koma setelah buang air kecil. Beruntung, Rabiah yang berada di dekatnya mengenali dan segera bertanya, sehingga nyawanya dapat diselamatkan oleh tim dokter dan perawatan di UGD.
Dalam suasana yang penuh kekhawatiran, keluarga langsung merespons dengan menyusul ke Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Kebersamaan dan kepedulian keluarga menjadi penting di saat-saat genting seperti ini.
Pada Hari Sabtu, 9 Maret 2024, Kota Makassar dilanda hujan sepanjang hari. BMKG memprediksi puncak intensitas hujan, dan Walikota Makassar mengeluarkan instruksi untuk tetap waspada terhadap kemungkinan pasang air laut akibat curah hujan tinggi.
Keberadaan air di picu oleh hujan yang lebat, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu mewaspadai kondisi sekitar.
Terlepas dari berbagai peristiwa ini, marilah kita mempersiapkan diri dengan semangat beribadah dan berserah diri kepada-Nya menyambut Bulan Suci Ramadan 1445 H/2024 M.
Semoga kebersamaan, kepedulian, dan semangat beribadah kita dapat menjadikan bulan Ramadan kali ini lebih bermakna.
Saatnya kita bersatu dalam kebaikan dan memperkuat tali silaturahmi keluarga, serta menjaga solidaritas di tengah perbedaan pendapat. Hingga tiba waktunya nanti, semoga Tuhan memanggil kita ke kampung halaman yang abadi. Wassalam (sdn)
