SYAKHRUDDIN.COM – Pada malam Kamis, 23 November 2023, atau malam Jumat dalam keadaan padam lampu, kami larikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumkit Bhayangkara di Jalan Mappaoddang, Makassar.
Sesak nafas, dingin kedua kaki dan gelisah kepanasan menjadi tanda awal serangan jantung. Di ruang IGD, kami harus begadang hingga subuh, lalu dirujuk ke Lantai II pada Unit Perawatan Intensif (ICU) yang memantau segala aspek terkait detak jantung, tensi dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Dua hari di ruang ICU, akhirnya terungkap bahwa penyebabnya adalah stroke yang sudah diderita selama dua tahun. Kondisi ini dipicu oleh kurangnya aktivitas fisik dan pengobatan rutin, yang berdampak pada kesehatan ginjal. Ketidaknormalan fungsi ginjal menyebabkan gerakan lambat dan pola makan yang tidak teratur, akhirnya merambat ke jantung, menciptakan komplikasi yang kompleks: Stroke, Ginjal, dan Jantung (SJJ).
Beruntung, tindakan cepat diambil, dan setelah seminggu perawatan di ruang VIP Lantai 4 Ibis Kamar 2, pada hari Jumat, 1 Desember 2023, kami diizinkan pulang untuk menjalani perawatan lanjutan di rumah (Rawat Jalan).
Di rumah, keluarga harus memperhatikan kedisiplinan dalam beraktivitas. Berbicara terlalu lama, menanggung beban berat seperti mengawasi pembangunan rumah, mengelola rumah kost, dan tugas piket di Kios Agus harus dikurangi.
Semua itu digantikan dengan hiburan spiritual seperti dzikir dan tahmid kepada-Nya. Sementara itu, cucu-cucu diharapkan senantiasa memberikan dukungan dan keceriaan kepada Neneknya, Hj. Nurlia Dg Puji (64).
Selamat kembali di rumah kediaman, Jalan Andi Tonro I No 6 Makassar, tempat di mana kita membangun rumah tangga yang penuh sakinah, mawaddah, dan warahmah dengan tim penjemput Fitransyah (Popo) suami Tri Puspita Sari dan Arfani Barata (Fani), isteri Syawal Agus Sentosa.
Sementara ketika sedang di rawat di Rumkit Bhayangkara, isteri Baharuddin (Bahar) Dg Ngemba yang beralamat di samping Kantor Pos Jongaya, yang masih terbilang sepupu satu kali, juga di rata di Lantai III Kamar 18, kami juga berkesempatan menjenguk di ruangannya, karena tidak bisa berjalan (lumpuh) pasca operasi tulang belakang.
Semoga kesembuhan dan kesehatan senantiasa menyertai perjalanan hidup Syakhruddin dan keluarga, Amin


Alhamdulillh
Terima kasih sudah membaca blog syakhruddin.com