SYAKHRUDDIN.COM – Innalillahinwa Inna ilahi rajiun, telah berpulang ke Rahmatullah, Almarhum H.Abd.Rasyid Dg Tutu Bin H.Dobolo Dg Nassa pada Sabtu, 4 November 2023, petang hari di Kampung Timpoppo, Kelurahan Mata Alla, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.
Almarhum adalah putra pertama dari pasangan H.Dobolo Dg Nassa dan Hajjah Nia. Ia disatukan dalam ikatan pernikahan yang meriah dengan Hj.Palamuri Dg Ngai, putri Bapak Colleng, sementara Palamuri Dg Ngai tercatat sebagai salah seorang guru agama Islam.
Almarhum adalah saudara dari lain ibu, dalam keluarga pasangan H.Dobolo Dg Nassa dengan Hj.Nia, mereka melahirkan putra-putri seperti:
H.Abd. Rasyid Dg Tutu (alm)
H. Abd. Gani Dg Sikki (alm)
Hj. Rosdiana (alm)
M.Arsyad Dg Tayang (alm)
M.Ramli Dg Ngewa (alm)
Hasnah (Suna) Dg Konteng, yang masih hidup menjanda
Abd. Rahman Dg Ngeppe
M.Ruslan Dg Nai
Berita tentang kepergian almarhum diterima oleh keluarga dari grup Limbung dan kemudian tersebar melalui berbagai platform media sosial, kabar duka dari RS. Kallong Tala Gowa langsung mendapat respon dari sanak famili di Limbung.
Dengan kepergian almarhum, dari rumpun keluarga di Limbung, hanya tersisa tiga orang, sedangkan yang lain telah kembali ke pangkuan Allah SWT.
Rasa silaturahmi dengan keluarga di Limbung telah terganggu sejak munculnya kasus permasalahan tanah di Jalan Andi Tonro, yang melibatkan keluarga dari Limbung setelah diprovokasi oleh seseorang dari keluarga almarhum, yaitu H. Idris Dg Talli. Sebelumnya, keluarga di Limbung hidup dalam keharmonisan.
Peristiwa terkait kasus warisan tanah telah membuat hubungan antara kami menjadi renggang, sehingga kami tidak dapat menghadiri pemakaman kelima saudara di Limbung. Mereka telah kembali kepada Sang Pencipta dan mempertanggungjawabkan amal baik mereka di hadapan Allah SWT.
Terlepas dari situasi di atas, Penulis ingin mengingatkan bahwa kita tidak seharusnya berselisih terkait warisan dari orang tua, karena hal ini bisa memutuskan komunikasi di antara anggota keluarga, terutama jika ada provokator yang mencoba menciptakan konflik.
Penulis ingin sekadar merenungkan perjalanan hidup dalam rumpun keluarga. pernah bersekolah di SMP Muhammadiyah Limbung dan lulus pada tahun 1972.
Pada masa itu, kami merasakan kehangatan dalam keluarga, terutama karena Penulis dititipkan pada kakek almarhum, Bapak Rabai-Nannang.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Penulis melanjutkan sekolah di Kota Makassar di Sekolah Pekerjaan Sosial Atas (SPSA) atas rekomendasi seorang sahabat pengusaha ayahanda Dobolo Dg Nassa yang menjadi mitra kerjanya.
Awalnya, Penulis saya tertarik untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertanian Atas (SPMA), yang saat itu sangat diminati karena tersedia beasiswa, namun nasib memutuskan hal lain.
Dengan ijazah dari SPSA, Penulis melanjutkan ke perguruan tinggi dan akhirnya berhasil menjadi seorang Kepala Bidang pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.
Pada bulan Februari 2023, saat Penulis memasuki masa pensiun, harus meninggalkan dunia birokrasi. Kejadian ini bersamaan dengan pembukaan Jurusan Kesejahteraan Sosial di UIN Alauddin di Sama Gowa dan penulis diminta untuk menjadi dosen luar biasa pada universitas kerbanggan masyarakat.
Selamat jalan, Kakanda H.Rasyid Dg Tutu, yang minta dimakamkan disisi orang tua Dobolo Dg Nassa, di Pekuburan keluarga di Lempangan Desa Bone. Semoga engkau tenang di alam sana, sambil menunggu kedatangan kami semua, yang akan menyusulmu hanya waktu dan tempatnya hanya Dia-lah yang berkehendak, Wallahualam (sdn)


