SYAKHRUDDIN.COM – Merpati adalah jenis burung yang keberadaannya tidak asing di lingkungan sekitar kita. Dalam istilah sehari-hari, burung merpati seringkali juga disebut burung dara.
Penyebutan dara maupun merpati digunakan untuk menyebut nama burung yang sama. Namun berdasarkan orinologi, istilah burung dara cenderung digunakan untuk menyebut spesies yang tubuhnya lebih kecil, sedangkan sebutan merpati untuk spesies yang lebih besar.
Burung merpati atau dara merupakan anggota keluarga Columbidae dari ordo Columbiformes. Ordo ini mencakup 300 spesies burung pekicau.
Burung dengan sifat jinak ini memiliki badan gempal dengan leher dan paruhnya yang pendek. Sebarannya merata sehingga dapat dijumpai di berbagai belahan dunia.
Merpati terdiri dari banyak subspesies, setidaknya ada lebih dari 310 subspesies anggota burung pemakan biji-bijian ini. Berikut merupakan klasifikasi ilmiah burung merpati, yaitu:
Untuk mempermudah dalam mengenali borong ini, kita bisa mempelajari morfologi burung merpati beserta ciri dan karakteristiknya.
Berikut ada penjelasannya, antara lain:
1. Kepala ; Ukuran kepala merpati relatif kecil jika dibandingkan dengan proporsi badannya. Paruh burung ini cenderung pendek dengan sepasang mata di kedua sisi kepalanya. Paruh merpati terbentuk dari maxilla dan mandibul dengan tekstur keras.
Warna paruhnya bervariasi, mulai dari kecoklatan hingga kehitaman tergantung dari spesiesnya. Mata burung dara berbentuk bulat kemerahan. Pada indera penglihatan tersebut terdapat lapisan kulit yang mengelilinginya.
2. Tubuh ; Merpati merupakan jenis burung yang bentuk tubuhnya tergolong gempal. Panjang tubuhnya antara 10 cm sampai 15 cm. Terdapat bulu-bulu halus yang melapisinya dengan warna-warna beragam, antara lain cokelat, hitam, putih, dan aneka kombinasi unik lainnya.
3. Sayap dan Ekor ; Burung merpati memiliki sepasang sayap yang ada pada kedua sisi tubuhnya. Selain sayap yang berfungsi untuk terbang, ciri merpati juga dapat dilihat dari ekornya yang panjang. Ketika terbang, ekor akan turut mengembang layaknya kipas.
Ujung ekornya menumpul dengan aneka variasi warna. Pada bagian tubuh ini terdapat bulu-bulu retrices. Bulu-bulu tersebut berfungsi untuk mengontrol gerakan pada saat terbang.
4. Bulu Merpati ; Untuk bagian bulu merpati, kita bisa membedakannya menjadi dua jenis, yaitu:
Plumuae, yaitu bulu yang ukurannya pendek dan halus. Fungsinya untuk menjaga kestabilan suhu tubuh. Plumae atau bulu countour, yakni bulu yang melapisi serta menutupi plumuae.
Disamping Masjid Besar Al-Abrar, terdapat burung merpati (burung dara) milik almarhum Haji Manda. Burung-burung itu, sejak kepergian Haji Manda, kini menjadi “Burung Merpati Tak Bertuan”.
Setiap hari burung-burung tersebut turun ke halaman rumah H.Manda, tempat dimana biasa memakan jagung, suguhan dari Haji Manda.
Akan tetapi sejak kepergian Haji Manda, kini tak dapat lagi makan jagung gratis, sekarang burung-burung tetap datang cari makan, bahkan ke tempat pembuangan sampah dan mengais, apa yang bisa diperoleh, setiap hari, ataupun ke halaman masjid.
Andai saja dia bisa berkata, maka Sang Burung akan bertanya, dimana Haji Manda ??? Kini burung tersebut mulai liar dan pergi jauh mencari tuan yang baru, masih kah ada yang punya perhatian memberi makan ??? atau bersediakah pihak masjid, dapat mengusahakan jagung dan memberi makan setiap hari ??? dengan menunjuk Daeng Gassing atau Ilham sebagai penanggungjawab ?
Kini sang Merpati mendapat julukan baru sebagai “Merpati yang tak bertuan” kepada almarhum H.Manda, mari para pembaca blog ini, membacakan ummul kitab “Al-Fatihah” dan mengirimkan kepada almarhum, agar tenang di alam baqa, Al-Fatihah (sdn)
