SYAKHRUDDIN.COM – Tim gabungan TNI-Polri berhasil menguasai Kampung Aluguru, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga yang menjadi markas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang dipimpin oleh Egianus Kogoya.
Namun, Pilot Susi Air, Kapten Philips Max Mehrtens, yang telah disandera sejak awal Februari 2023 oleh kelompok tersebut belum berhasil diselamatkan.
Brigadir Jenderal TNI Juinta Omboh Sembiring sebagai komandan operasi pembebasan Philips menantang Egianus Kogoya untuk membuktikan ancamannya agar pasukan TNI-Polri tidak memasuki Kampung Aluguru.
Ia juga menegaskan bahwa Aluguru sudah dikuasai dan duduki oleh tim gabungan TNI-Polri.
Video yang memviralkan ancaman tersebut telah diunggah oleh Egianus Kogoya di dunia maya. Sembiring mengatakan bahwa kelompok Egianus Kogoya telah menjadikan Aluguru sebagai markasnya selama lima tahun terakhir.
Setelah daerah ini dikuasai oleh TNI-Polri, Sembiring menyampaikan kepada Bupati Nduga untuk membangun Aluguru yang subur untuk daerah pertanian dan perkebunan. vHal ini dikarenakan selama dikuasai oleh KST, masyarakat Aluguru kesulitan mencari nafkah dan anak-anak mereka tidak dapat bersekolah.
Sembiring mengatakan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Nduga dan Pemerintah Pusat diperlukan untuk membuka isolasi ke Kampung Aluguru dengan membangun jembatan agar stigma Aluguru sebagai markas KST dapat hilang.
Sembiring juga mengultimatum kelompok Egianus Kogoya dan Elkius Kobak untuk tidak membunuh warga sipil. Ia juga menyatakan kepada keduanya untuk mencari lawan yang sepadan untuk bertempur, karena masyarakat hidup untuk bekerja memenuhi nafkah keluarganya.
Sembiring juga menceritakan kisah pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok Kogoya terhadap seorang pendeta asal Kampung Wosak beberapa waktu lalu. Pendeta yang menasihati Kogoya untuk tidak membunuh justru ditembak hingga mati.
Penyelamatan Kapten Philips Max Mehrtens masih berlangsung, demikian kata Juinta, yang memimpin tim gabungan TNI-Polri yang menangani kasus tersebut.
Menurutnya, tugas pokok tim tersebut adalah menyelamatkan pilot asal Selaindia Baru tersebut dari penyanderaan oleh kelompok Separatis Teroris (KST) pimpinan Egianus Kogoya.
Juinta menyatakan bahwa pihaknya telah berhasil memecah belah kekuatan TPNPB-OPM yang menyandera pilot Susi Air tersebut dan memecah kekuatan KST untuk tidak bersatu.
Brigjen JO Sembiring mengatakan bahwa TNI-Polri menghadapi kendala dalam memberantas kelompok Kogoya karena mereka selalu membawa anak kecil dan perempuan sebagai tameng hidup.
Namun, Sembiring menegaskan bahwa prajurit harus cerdas dalam bertempur dengan sasaran terpilih dan tidak melakukan bombardir pemukiman atau membakar rumah milik masyarakat yang tidak mendukung KST karena takut.
Selain itu, Juinta mengatakan bahwa kelompok yang sama telah melakukan pembunuhan terhadap seorang anak kecil dari Kampung Pimbinom bernama Yuangga Tabuni pada Februari 2023.
Menurut Juinta, anak tersebut dibunuh karena penduduk kampung tidak mampu memberi makan kelompok Egianus Kogoya.
Sementara itu, Sembiring mengungkapkan bahwa hasil investigasi di Yahukimo menemukan kelompok-kelompok OPM di Yahukimo ada yang merupakan pecahan dari pasukan Egianus Kogoya.
Menurutnya, kelompok Separatis Teroris (KST) ini sengaja memutarbalikkan fakta dan memprovokasi. lepaskan para penumpang, mereka lantas menyandera Philips hingga saat ini.
Aksi teror Egianus Kogoya masih berlangsung dan kali ini mereka telah menyandera Kapten Philips Max Mehrtens sejak 7 Februari 2023.
Kapten Philips disandera setelah mendaratkan pesawat Susi Air di Bandara Paro, Kabupaten Nduga. Pasukan yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang dan membakar pesawat tersebut, lalu menyandera Kapten Philips hingga saat ini.
Dalam situasi seperti ini, kita harus berani melapor kepada aparat keamanan apabila ada kelompok KST yang masuk ke kampung dengan memanfaatkan alat komunikasi yang ada di desa dan distrik.
Kita harus membantu aparat keamanan dalam memberantas aksi terorisme seperti ini dan tidak boleh takut melaporkannya. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kita (sdn)
