SYAKHRUDDIN. COM – Pembaca yang budiman, kita bertemu lagi dalam tulisan kolom yang berjudul “Secangkir Kopi” semula kolom ini, merupakan sarana untuk menyalurkan hobby menulis, sekaligus menginformasikan aneka peristiwa harian, mingguan bahkan nostalgia.
Beberapa pembaca yang merespon dengan serius, sebahagian merasa bertambah wawasannya dan sebagian lainnya menjadi sarana hiburan yang enak dibaca dan perlu.
Sekarang apa yang sedang viral dalam minggu ini ;
Kisah tentang Pulung Mustika Abimana alias Tiko (23) dan Eny Sukaesi (58) alias Ibu Eny, penghuni rumah mewah di kawasan Cakung, Jakarta Timur, viral setelah diunggah oleh sejumlah YouTuber.
Kini, Ibu Eny masih mendapat perawatan di RSJ Duren Sawit, sementara Tiko memilih tinggal di Pos sekuriti kompleks rumahnya.
Mamas mantan ART Bu Eny menyebut, ibu Tiko dikenal dengan sosok kaya raya yang bergelimang harta.
Adapun ibu Eny memiliki nama lengkap Heni Sukaesih memiliki gelar seorang Doktoranda (Dra). Setelah ditinggal sang suami, Bu Eny mengalami depresi gangguan jiwa (ODGJ).
Sementara itu, Polda Metro Jaya temukan total 11 hektar lahan ganja di kawasan Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut).
Ladang ganja Sumatera Utara diperkirakan bisa menghasilkan 55 ton ganja, Penemuan ladang ganja di Sumatra Utara terjadi di akhir tahun 2022.
Lokasi ladang tersebar di dua titik dalam satu wilayah Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal. Temuan ini jadi penemuan ladang ganja terluas selama Desember 2022.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa menuturkan, penemuan ini dilakukan berkat kerjasama dengan Polres Mandailing Natal (Madina).
Selain itu, info yang cukup mencemaskan adalah kasus di Polres Batang Provinsi Jawa Tengah.
Saat ini tengah menyelidiki kasus pencabulan yang melibatkan oknum guru mengaji sekaligus guru rebana MU (28), warga Kelurahan Proyonanggan Lor, Kecamatan Batang yang berdekatan dengan Pekalongan di Jawa Tengah.
Total laporan yang masuk ke kepolisian sudah ada 21 anak yang diduga menjadi korban pencabulan oknum guru rebana itu.
“Ya, sementara ada 21 anak menjadi korban pencabulan yang sudah diadukan oleh keluarga korban,”
Kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Batang AKP Yorisa Prabowo saat dikonfirmasi di Batang, Sabtu 7 Januari 2023.
Pada sisi lain diperoleh info, bahwa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan ada empat gerhana yang akan terjadi pada 2023 ini.
Disebutkan akan ada dua gerhana matahari dan dua gerhana bulan, tetapi hanya ada tiga gerhana yang bisa disaksikan di Indonesia.
Fenomena astronomi seperti gerhana memang merupakan hal biasa terjadi setiap tahun.
Namun, tidak sedikit yang menganggapnya sebagai suatu tanda kejadian. Ada juga yang mengangapnya sebagai tanda dari kiamat, bagaimana pandangan Islam?
Menurut pandangan Islam, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu, beliau bertanya: “Apa yang kalian bicarakan?” Kami menjawab: Kami membicarakan kiamat.
Beliau bersabda, “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kalian melihat 10 tanda-tandanya.
Lalu beliau menyebut: Asap (kabut), Dajjal, binatang besar, matahari terbit dari tempat terbenamnya, turunnya Isa anak Maryam, Yajuj Majuj, tiga kali gerhana,
Yaitu sekali di timur, sekali sekali di barat, sekali di Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari negeri Yaman menghalau orang banyak ke tempat mereka berkumpul.” [HR Muslim].
Bagaimana dengan Perpu Cipta Kerja ??? Ahli Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti mengkritik keras Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja atau Perpu Cipta Kerja.
“Saya tidak bisa menemukan yang lebih soft dari itu. Saya katakan ini adalah cara culas untuk mengakali aturan main pemerintah sendiri,” ujar Bivitri dalam Forum Diskusi Salemba 87 yang digelar virtual pada Sabtu, 7 Januari 2022.
Bivitri menyatakan cara culas itu tergambar dari bagaimana cara perumusan Perpu yang menjadi pengganti Undang-undang (UU) yang siap mengatur materi yang sama dengan UU.
Dari fenomena diatas mari kita saksikan apa yang terjadi di Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengunggah sebuah video yang menunjukkan mata air di dekat makam sang anak, Emmeril Kahn Mumtadz.
Dalam tulisan di unggahannya, Ridwan Kamil kembali mengenang sosok sang anak kesayangannya.
Di penghujung tulisan ini, Pengurus Masjid Besar Al-Abrar, mengirim secuil catatan kepada Penulis dan mengingatkan bahwa :
Di saat kita sudah berumur 50 tahun atau apalagi sudah menginjak usia 60 tahun atau bahkan lebih,
Maka biasakan berdo’a memohon perlindungan dari Ke-tidak-berdaya-an, Malas, Fitnah dan diJauhkan dari siksa kubur dan akherat:
“Allaahumma Inni A’uudzubika Minal ‘Ajzi Wal Kasali ,Waljubni Walharam, Wa A’udzibika Minal Fitnatil Mahya Wamamaati ,Wa A’udzubika Min ‘Adzaabil Qabr”…
Artinya :
“Yaa Allah……/ Aku berlindung kepada Mu… / Dari sifat lemah & malas, penakut & tua. / Aku berlindung kepada Mu dari fitnah hidup & mati…./ aku juga berlindung dari siksa kubur…
Jangan merasa aneh, inilah kehidupan. Hakikatnya tak ada yang memberimu manfaat selain Sholatmu.
Alam itu aneh ???, / Jenazah disusul dengan jenazah …/ Kematian disusul dengan kematian berikutnya /…Berita tentang kematian terus bermunculan.
Ada yang mati karena kecelakaan…/Ada karena sakit…./. Ada yang tiba-tiba mati tanpa diketahui sebabnya…../ Dunia ini akan ditinggalkan semuanya, yang ada dan semua manusia akan dikuburkan…Itu pasti…!!!!!!
Hariku dan harimu pasti akan tiba, mari kita persiapkan bekal untuk perjalanan yang tak dapat kembali…🙏🏻
Pembaca sekalian, inilah info-info teranyar yang dapat Penulis sajikan, semoga menjadi peneman duduk, sembari menikmati secangkir kopi.
Walaupun sangat disayangkan, karena sudah lima hari penjual nasi kuning asuhan Ibu Ningsih, tidak berjualan karena mengantar kemenakannya untuk menikah di Kabupaten Bulukumba.
Semoga dalam waktu yang secepatnya, beliau bisa kembali berjualan di Jalan Andi Tonro I Makassar, tempat markasnya para pengemudi lintas Makassar-Palopo setiap hari, Peduli-KI – Salama-Ki
Penulis syakhruddin.dn
suka makan nasi kuning
