SYAKHRUDDIN.COM – SI Tumming, kucing piaraan milik Ny. Sabbe Kamaruddin yang pernah mengguncangkan dan kepanikan di Lorong II ORT 002 ORW 07 Kel.Pa’Baeng-Baeng, karena meninggalkan kandangnya dan keluar mencari pasangan ke kucing tetangga.
Rupanya Tumming di landa puber pertama, padahal tuannya sudah menyiapkan betina di sisi kandangnya bahkan sudah mengandung anak si Tumming.
Tidak puas dengan satu pasangan, Tumming nekad meninggalkan kandang, keluar di malam hari dan melanglang buana ke samping rumah Ketua Pak RT. Sang pemilik panik, Tumming sang kesayangan hilang dari pandangan mata sang pemilik, kepedihan melanda pemilik sementara Tumming asyik berpacaran.
Belakangan di ketahui, kalau ia sedang jatuh cinta pada kucing tetangga. Disana dia tertidur lelap, setelah melepaskan birahinya yang memuncak. Tumming menjadi play boy dan menjadi kucing tampan yang menguasai lorong II.
Karenanya, sang pemilik memindahkan kandangnya ke Teras, seraya membuka pintu depan seluas Tumming bisa meloloskan diri, atau kembali di tengah malam setelah puas melampiaskan keinginannya pada kucing – kucing tetangga.
Intinya, Tumming adalah kucing jantan yang gagah dan berhasil menggagahi semua kucing betina di sepanjang lorong, baik yang bersembunyi dalam rumah maupun yang hidup bebas merdeka di malam hari.
Jangan pernah ada kucing lain yang datang mengganggu, karen si Tumming akan mengejar sampai ke lobang tikus.
Pokoknya dapat dikatakan, Si Tumming penjaga lorong, dan jangan pernah ada kucing laki masuk di kawasannya, Dia akan melakukan pengejaran, kalau perlu pembunuhan, laksana Sambo yang membunuh ajudannya.
Setelah kisah cintanya terbagi dengan kucing betina di sepanjang lorong, Si Tumming pernah merencanakan untuk kawin mawim ke lorong depan, ke kucing milik Ketua IPHI Kelurahan Pa;Baeng-Baeng, Bapak Guntur Mas’ud yang saat ini masih ada di Tanah Suci.
Sayang karena penjagaan saingan Tumming ditempatkan di lantai tiga, dengan penjagaan yang ketat, beda dengan Tumming, semakin hari semakin menunjukkan jadi dirinya.
Mungkin karena sudah merasa berkuasa. Maka pada tanggal 29 Oktober 2022, sekitar Pukul 05.45 Wita, Si Tumming justeru naik ke bubungan rumah sang pemilik.
Diatas bubungan rumah yang penuh bunga, Si tumming memperhatikan penghuni lorong yang akan menuju Masjid Besar Al-Abrar yang menjalankan sholat magrib, setelah mendengar suara adzan dari Hakim Bin Nyarrang yang juga penghuni lorong II.
Kini Si Tumming sudah berubah tugas, dari play boy menjadi penjaga lorong yang memerhatikan warga lorong yang akan melaksanakan sholat magrib.
Tumming di saat kutatap, (se-akan-akan) melaporkan kepada Pak RT , tentangf warga lorong yang tidak melaksanakan sholat magrib.
Kondisi itu, terekam saat Penulis menatapnya ke bubungan, Si Tumming pun menatap dengan mata tajam, seakan berkata “Kenapa Pak RT masih buang sampah, padahal sudah masuk waktu magrib”
Si Tumming yang hero, kini berubah dari play boy menjadi kucing alim dan penjaga lorong yang setia.
Selamat buatmu Tumming dan jadilah warga utama yang selalu membantu RT mengurusi Lorong II, wassalam
