SYAKHRUDDIN.COM – Perjalanan panjang Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia, yang diikrarkan tgl 24 Maret 2004 di Lembang Jawa Barat, telah menunjukkan jati dirinya, sebagai salah satu komponen pertolongan dan pemberian bantuan dalam kondisi darurat.
Tokoh sentral pencetusnya,satu diantaranya, Drs.Andi Hanindito, M.Si (Panglima Tagana Indonesia) yang bekerja pada Kementerian Sosial RI (Depsos.red) telah berkontribusi, melahirkan adanya satuan penanggulangan bencana berbasis perlindungan dan jaminan sosial, dengan fokus utama layanan, pada “Dapur Umum Lapangan” dan “Pengungsian”.
Sebagai pejabat struktural, tentu saja memiliki masa pengabdian dan pada tahun 2022, Andi Hanindito memasuki masa purnatugas, akan tetapi bukan berarti kiprahnya di Tagana juga sudah tamat.
Bersama para Perintis Tagana yang dulu dibina sejak tahun 2004, maka pascapurnatugas, kembali melakukan aktifitas individu dengan berkolaborasi para Perintis Tagana Tahun 2004 dan 2006 membentuk satuan kerja, yang merupakan keberlanjutan pengabdian diluar konteks birokrasi.
Maka pada tanggal 28 s/d 30 Agustus 2022 di Kota Yogyakarta, Para Perintis yang diwakili, perwakilan antarprovinsi sepakat melanjutkan pengabdian dan menyatakan diri membentuk keberlanjutan pengabdian dengan mendirikan :
1. Institut Perintis Tagana Indonesia (IPTI) dengan fokus pencapaian kinerja pada penelitian dan pengembangan pada penanggulangan bencana alam, bencana sosial dan bencana komptemporer.
3. Mendirikan Kantor Berita Sosial Network (KBSN) berbasis tehnologi informasi sebagai jembatan bagi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, penjabaran dari 3 (tiga) tungku, yang menyampaikan berbagai informasi yang seimbang dan berkarakter.
Sehingga memudahkan pengambilan keputusan para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana dan berbagai permasalahan sosial lainnya secara bermartabat.
Hasil pertemuan di Yogyakarta, selanjutnya akan menjadi kajian bersama para perintis untuk selanjutnya memberikan kontribusi pemikiran kemudian dibuatkan dalam bentuk naskah yang memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, sebagai acuan para Perintis dalam melaksanakan pengabdiannya.
Selamat datang IPTI dan KBSN di Bumi Nusantara, mari kita bersatu padu mengembangkan potensi dalam sebuah pengabdian yang dilandasi hakekat “Pantang Tugas Tidak Tuntas”, wassalam !
