SYAKHRUDDIN.COM – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Sulsel, Drs Muhammad Firda, M.Si, didampingi Kepala BPBD Kab. Gowa bersama Kepala SMA Negeri 4 Kab. Gowa di Tinggimoncong.
Membuka kegiatan simulasi penanggulangan korban bencana gempa dan longsor, dipusatkan di halaman sekolah SMA Negeri 4 Tinggimoncong, Selasa 30 Agustus 2022, diikuti 80 peserta, dari unsur siswa SMA dan jajaran TRC BPBD Sulsel.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulsel, Doddy Rachmat, ST, MM dalam laporannya mengatakan,,
Kegiatan simulasi diikuti 80 peserta berlangsung sehari dengan titik fokus kegiatan berupa, simulasi penanggulangan korban bencana gempa dan longsor di kalangan siswa SMA, menampilkan narasumber H.Syakhruddin.DN, Perintis Tagana Sulawesi Selatan.
Kepala SMA Negeri IV Malino menyambut baik kegiatan simulasi dilakukan BPBD Sulsel pada SMA Negeri 4 Tinggimoncong. Ini merupakan SMA pertama yang mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan simulasi penanggulangan bencana gempa dan longsor, kolaborasi BPBD Kab.Gowa.
“Ilmu itu mahal,” karenanya kepada anak-anakku semua, mari kita menyimak dan mampu menyerap pengetahuan yang diberikan pada hari ini.
Seraya berharap, hendaklah kita semakin bijak dalam bersikap, terutama bagaimana menjaga alam ini, tuturnya.
Sementara itu, Muhammad Firda di depan peserta menyampaikan, bahwa ini adalah SMA pertama di Sulsel yang menjadi sasaran kegiatan simulasi bencana gempa dan longsor.
Ke depan akan dilakukan kegiatan simulasi bagi masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Jeneberang, sebagaimana yang telah direkomendasikan oleh JICA kepada Pemprov Sulsel, dan sedapat mungkin kita semua dapat terlibat.
Patut dicatat, bahwa bencana setiap saat mengintai kita, karenanya mari kita terus waspada dan melakukan kegiatan kesiapsiagaan.
Kepada Bapak Kepala SMA Negeeri 4 Tinggimoncong, berharap ke depan perlu difikirkan, pada jam mata kuliah olah raga, juga dimanfaatkan untuk materi simulasi bencana, ungkap Firda dan diamini sang kepala sekolah.
Pelaksanaan simulasi berlangsung lancar, diawali dengan pemahaman peran masing-masing pelaku simulasi dengan membagi dalam beberapa kelompok kerja.
Diawali dengan proses belajar-mengajar di kelas, lalu terjadi kondisi darurat ditandai dengan bunyi serene, kemudian menuju ke titik kumpul di lapangan tengah.
Sementara disisi lain, terdapat korban yang telah ditolong dengan menggunakan tandu dan peralatan lainnya, pengungsian ke lokasi aman dan proses pencatatan dan pelaporan jumlah korban.
Seluruh rangkaian acara dilakoni dengan serius oleh para peserta simulasi dan diakhiri dengan penutupan oleh Kepala BPBD Kab. Gowa, dilanjutkan foto bersama di Lapangan SMA Negeri 4 Tinggimoncong Kab Gowa (syakhruddin)
