SYAKHRUDDNI.COM – Pemerintah Kota Makassar di era kepemimpinan Danny-Fatma, telah menggulirkan program unggulan melalui “Lorong Wisata” sebagai keberlanjutan dari program “Lorong Garden” yang pernah dikembangkan di peiode pertama memimpin kota daeng.
Lorong wisata ini adalah pekerjaan bersama. Kalau infrastrukturnya dari PU, baik drainase, paving block dan lainnya yang menjadi kebutuhan warga, sedang mereka yang tergolong warga dengan kategori miskin dan tak memiliki keterampilan kerja, maka institusi Sosial dan Disnaker akan memberikan kesempatan untuk dilatih, terutama dari kalangan usia produktif.
Melalui program lorong wisata, kini warga semakin giat memberi ornamen kepariwisataan, misalnya mural serta pemasaran untuk mendatangkan wisatawan,” dan saat ini, diulng tahun Kemerdekaan RI ke-77, kita sudah dapat pastikan bagaima gegap-gempitanya warga menyambut program ini.
Wakil Walikota, Fatmawati mengatakan, program tersebut sejak lima bulan lalu sudah mulai dikampanyekan bahkan secara maraton melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan instansi terkait lainnya, termasuk seluruh camat serta garda terdepan.
“Itu karena di dalamnya terdapat 24 program strategis Pemkot Makassar, salah satunya Lorong Wisata,” ucap mantan legislator DPR RI ini menekankan.
Ia berharap sebanyak 15 camat dari 15 kecamatan yang ada di Kota Makasar, dapat menjadikan “Program Lorong Wisata” sebagai atensi untuk diperhatikan sesegera mungkin.
Lorong Wisata yang sudah terkoneksi dengan Commuter Metro Moda alias Co’mo dan virtual reality (VR) akan menjadi potensi dan daya tarik bagi pelancong kelak.
Di ulang tahun ke-77 Kemerdekaan RI, Lorong wisata yang direncanakan secara bertahap sebanyak 5000 lorong.
Tahap pertama di tahun 2022, akan menargetkan sebanyak 1.096 titik, khusus di Kelurahan Pa’Baeng-Baeng Kecmatan Tamalate sebanyak tujuh lokasi terpilih yaitu ;
Lorong Miyazaki, merupakan Lorong pendidikan di Jalan Andi Tonro IV Lr. 1,RT .004 RW.08, Lorong Numazu merupakan lorong kuliner, lokasi Jalan St. Alauddin Lr. 79 RT. 002 RW. 05.
Berikut Lorong Nagano merupakan Lorong UMKM, di Jalan St. Alauddin I Lr. 1,RT.001 RW. 03 dan Lorong Imabari hal ini sangat spesifik karena merupakan Lorong Religi, di Jalan Andi Tonro II Stp. 8,RT.002 RW 10,
Menyusul Lorong Fujieda ditetapkan sebagai Lorong Budaya, berlokasi di Jl. Andi Tonro II Stapak I RT.005 RW. 07, Lorong Fukushima Lorong Kuliner, Jl. St. Alauddin Lr. 10,RT.001 RW. 05 dan Lorong Yamaga, spesialis Lorong Kerajinan, Jl. Bonto Duri 7 Lr. 3, RT. 005 RW. 10.
Dari sejumlah lorong wisata yang disebutkan diatas, maka oleh warga di Kawasan lorong yang ditunjuk, kini terus membangun partisipasi warga, mendandani kawasan dengan memberi ornamen sertam umbul-umbul yang menarik melalui lorong wisata dan lebih utama, tingkat partisipasi warga meningkat karenanya.
Selanjutnya menjadi tanggungjawab SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk mempercepat proses stimulusnya, agar partisipasi warga yang kini mulai bersemangat dapat digelorakan, sehingga program lorong wisata, dapat dikatakan, bagaikan bertemunya “buku dengan ruas”.
SKPD memiliki program layanan, warga di lokasi lorong wisata, siap menyambut dan menyukseskan program, mulai dari pemasangan paving blok, lampu jalan, pendataan anak putus sekolah dan berbagai pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial dapat dikerjakan secara terukur, simultan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selamat untuk para pengelola lorong wisata yang telah melakukan perubahan dengan mengembangkan potensi partisipasi warga.
ikut melaksanakan kegiatan upacara bendera di lorong masing-masing ,dn ini merupakan untuk pertama kalinya ada kegiatan upacara di level lorong, sekaligus menjadi barometer untuk kegiatan di tahun-tahun berikutnya, peduli-ki, salam-ki
Penulis H.Syachruddin.DN Ketua ORT 002 ORW 07
