SYAKHRUDDIN.COM – Penerbang pesawat tempur T-50i Golden Eagle, Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi sempat mengucapkan kode: Blind…! saat melakukan kontak radio terakhir.
Kontak terakhir dari Lettu Allan tercatat pada pukul 19.07 WIB. Tak lama setelah Lettu Alan mengirim kode “blind” tersebut, petugas lalu lintas udara di Lanud Iswahjudi tak bisa lagi mengontak sang pilot.
Pesawat bernomor ekor TT-5009 itu tercatat lepas landas dari Lanud Iswahjudi Magetan pada pukul 18.24 WIB. Malam itu, penerbang Allan tengah menunaikan misi “Night Tactical Intercept” atau latihan terbang malam. Saat itu, pesawat hendak kembali ke lanud.
Tak ada kontak lagi dari Lettu Allan, TNI AU mendapat info dari Kepolisian di Blora tentang adanya pesawat jatuh. Laporan tersebut masuk sekitar pukul 19.30 WIB hingga 20.00 WIB.
T-50i Golden Eagle merupakan pesawat latih (trainer) supersonik buatan Amerika-Korea, Korean Aerospace Industries dengan bantuan Lockheed Martin. Sebanyak 16 pesawat latih ini tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, pada 13 Februari 2014. TEMPO/Imam Sukamto
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan kode blind yang dikirim Lettu Allan maksudnya adalah lost contact dan tidak bisa melihat pesawat leader.
Pada Senin malam itu, misi latihan terbang malam yang dijalani Lettu Allan melibatkan dua unit pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle dengan satu pesawat lainnya sebagai leader.
Kadispen TNI AU menyatakan belum mengetahui penyebab jatuhnya pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle itu.
Selasa esok, kemarin, puing pesawat ditemukan warga jatuh di area perbukitan dan kawasan hutan Perhutani di Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Lokasi jatuhnya pesawat berjarak 17 mil dari Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi di Magetan, Jawa Timur. Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi, gugur dalam tugas (syakh/bersat)
