SYAKHRUDDIN.COM – Sosok lelaki Mustamin, menjadi sorotan lensa minggu ini. Betapa tidak, Mustamin dilantik menjadi Ketua LPM Kelurahan Pa’Baeng-Baeng, Kamis 7 Juli 2022 sekitar Pukul 15.30 wita, di Kantor Kecamatan Tamalate, Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar.
Dengan dilantiknya Drs. Mustamin, sekaligus mengakhiri masa bakti yang pernah dipangku Andi Anshar,SE yang sudah cukup lama, malang melintang di organisasi LPM.
Diantara 10 ketua LPM di Kecamatan Tamalate, sembilan diantaranya lengser keprabon, hanya satu yang bertahan, LPM Kelurahan Bungaya, Jumail Mappiare , sekaligus didapuk sebagai ketua forum LPM Kecamatan Tamalate.
Siapa sebenarnya Mustamin, beliau mulai dikenal lama, saat menjadi Ketua Pemenangan Ketua ORW 07 Kelurahan Pa’Baeng-Baeng, Drs. H. Salehuddin Krg Gau.
Rupanya karya baktinya bersama sekretarisnya Salim Said,SE menarik perhatian Krg. Gau, sehingga beberapa kali kegiatan yang sifatnya resmi, maupun sekadar pertemuan dengan tim Karang Gau Community, Mustamin selalu hadir dan memberikan kontribusi pemikirannya yang cemerlang.
Jumat malam 8 Juli 2022 datang berkunjung bersama Koordinator LPM Kecamatan Tamalate, Jumail Mappiare, sekaligus bincang lepas tentang program LPM, baik skala kecamatan lebih khusus Kelurahan Pa’Baeng-Baeng.
Salah satu diantaranya yang disinggung dan menarik perhatian para ketua-ketua, tentang wajib belajar bagi anak putus sekolah”.
Jumail menantang RT-RW untuk mencari dan mempetakan anak-anak putus sekolah, untuk kita sekolahkan kembali dengan biaya gratis,” tuturnya penuh semangat.
Selanjutnya, dari rasa kepenasaran siapa Mustamin sebenarnya, maka dalam dialog pada acara “Bincang Lepas Di Posko Kontonaier Pa’Baeng-baeng”
Mustamin mulai membuka tabir tentang siapa dirinya sebenarnya.
Sesungguhnya suami Hj. Risma Melati ini, merupakan ayah dari 4 orang anak, dan bertempat tinggal di Jalan Andi Tonro II Lorong 2 No 5 Makassar, artinya bertetangga juga dengan Karaeng Gau.
“Sesungguhnya saya, adalah anak dari seorangn purnawirawan TNI Rindam Pakatto, ayah saya Bugis Barru dan Ibu dari Magelang Yogya.
“Jadi mohon maaf, kalau Bahasa Makassar saya sedikit berkelontong Jawa, ujarnya, sambil tertawa”
Mengawali pendidikan dari SD sampai SMA di Magelang dari tahun 1980 hingga 1990.
Sebagai anak serdadu, tentu saja mengikuti kemana ayah bertugas, tahun 1980 s/a 1998 pindah ke Jakarta selanjutnya tahun 1998 -2002, ayah mendapat penugasan di Provinsi Sumatera Barat di Padang.
Seiring dengan perjalanan waktu dan siklus kehidupan sebagai anak Tentara, Tahun 2002 kembali ke Makassar dan mempersunting dara Bugis dari Pinrang.
Jabatan baru sebagai Ketua LPM di Kelurahan Pa’baeng-Baeng, tentunya harus lebih giat lagi, bekerja bersama-sama dengan Lurah Pa’Baeng-Baeng, karena sesungguhnya LPM itu adalah DPR-nya masyarakat.
Kehidupan yang keras, membuatnya aktif di berbagai organisasi. Selama malang melintang di ibukota menjadi pemuda IPM ( katan Pemuda Muhammadiyah), begitulah saat di Magelang lalu hijrah ke Makassar dan tergabung dalam Banteng Komando Kota Makassar.
Kunjungannya ke Posko Kontainer semalam bersama Koordinator LPM Kecamatan Tamalate, Jumail Mappiare, selain mendapat ucapan selamat atas pelantikannya, sekaligus mendapat tugas perdana untuk rekan-rekan RT dan RW.
Tugas perdana itu, adalah melaksanakan kegiatan peresmian jabatan baru, sembari menikmati “Umba-Umba” di kediaman beliau.
Sebagai putra Bugis kelahiran Magelang, baginya “Pantang tugas tidak tuntas”, karena itu, nantikan undangannya sekaligus mengenal tempat tinggalnya, tutur Karaeng Gau yang kebetulan menjadi jadwal Poskonya tadi malam (syakhruddin)
