SYAKHRUDDIN.COM- Pemerintah Rusia memastikan Jenderal Militer, Andrei Sukhovetsky, telah tewas saat agresi yang mereka lakukan ke Ukraina.
Dalam pernyataannya, pemerintah Rusia mengatakan Sukhovetsky meninggal pada 28 Februari, saat melakukan operasi khusus di Ukraina, sebagaimana dilansir CNN.
“[Sukhovetsky tewas] saat melakukan misi tempur selama operasi khusus di Ukraina,” bunyi pernyataan pemerintah Rusia dilansir dari CNN.
Menurut sumber militer, Sukhovetsky tewas oleh penembak jitu dari pasukan Ukraina. Sebelumnya terlibat dalam agresi ke Ukraina, Sukhovetsky bertugas bersama militer Rusia selama operasi di wilayah Kaukasus Utara dan Suriah.
Sukhovetsky merupakan wakil komandan Divisi Ke-41 Angkatan Darat Rusia. Divisi itu merupakan salah satu kekuatan besar Moskow yang dikerahkan untuk menginvasi Ukraina.
Pernyataan pemerintah Rusia itu sekaligus membenarkan klaim yang dilakukan militer Ukraina pada Selasa lalu. Mereka mengatakan berhasil membunuh dua jenderal militer Rusia dalam pertempuran di negara tersebut.
Sukhovetsky diklaim Ukraina jadi jenderal Rusia pertama yang tewas dalam pertempuran. Setelah itu, Mayor Jenderal Vitaly Gerasimov juga diklaim berhasil dibunuh pasukan Ukraina.
Mengutip Reuters, Gerasimov merupakan wakil komandan Divisi Ke-41 Rusia yang tewas pada Senin Maret 2022 waktu setempat. Direktorat Intelijen Ukraina menyatakan pasukannya berhasil membunuh Mayjen Gerasimov dalam pertempuran mematahkan konvoi pasukan Rusia.
Perang Rusia Ukraina telah memasuki hari ke-16 sampai dengan hari ini. Ukraina mengklaim telah menewaskan sekitar 11 ribu tentara Rusia.
Presiden Rusia Putin mengumumkan operasi militer khusus di Donbas, salah satu wilayah yang dikuasai kelompok separatis Pro-Moskow.
Tak lama setelah itu, pada Kamis 24 Pebruari 2022, ledakan terjadi di tiga kota di Ukraina, salah satunya di ibu kota yakni Kiev.
AS, Inggris, Kanada, Jerman dan beberapa negara lain sepakat untuk menjatuhkan sanksi ke Moskow (syakh/cnn)
