SYAKHRUDDIN.COM – Namanya Fira Idris, semula upayanya mencari peruntungan untuk menjadi Mahasiswa Universitas Negeri Alauddin Makassar (UINAM) melalui jalur ujian masuk mandiri (UMM) tahun akademik 2021.
Keinginannya untuk menjadi mahasiswa pada jurusan ilmu komunikasi, kini harus dikubur dalam dalam karena ternyata dalam pengumuman, namanya tidak ada alias tidak lulus.
Dengan berderai air mata, disaksikan kedua orang tuanya bernama Dg Nannu. Nannu sepertinya tak mau patah arang, Ia terus mencari informasi dari sahabat anaknya maupun tetangganya.
Dibelakang rumah Fira, ada seorang kerabatnya bernama INA. Ibu dari dua orang anak ini, bersahabat dengan sang Penulis.
Mengingat ada kebijakan Rektor, untuk menambah alokasi UJL (Ujian Masuk Lokal) pada jurusan PMI (Pengembangan Masyarakat Islam), dimana Penulis mendapat alokasi satu orang tambahan.
Secara kebetulan, sedang berchating ria, INA melaporkan kalau ada tetangganya yang tidak lulus ujian masuk mandiri (UMM), namnya Fira Idris, jebolan SMA Negeri II Bajeng di Limbung.
Alhamdulillah, berkat jarinagn yang terbangun dengan pihak Kajur PMI, Fira dinyatakan dapat diterima sebagai Maba tahun 2021.
Rasa syukur kehadirat Allah atas peluang lubang jarum ini, hingga Fira Idris lolos menjadi Maba, merupakan suatu kebahagiaan keluarga yang kini sedang membangun pondasi rumah.
Ibu Fira lalu mengundang ke rumahnya di kawasan Panciro Indah, untuk menikmati gado-gado, perpaduan resep antara INA dan ibunya FIRA.
Melengkapi undangan syukuran, maka si Butet Lompo Paja (Besar pantat), turut diundang ke rumah kediaman Fira, Ahad 22 Agustus 2021 Pukul 15.00 wita, disaat ayah Fira bernama Idris sedang membangun pondasi rumah untuk anak-anaknya kelak.
Dari peristiwa diatas, kita dapat menarik hikmah, bahwa persahabatan dan komunikasi akan memberikan manfaat, manakala kita bisa saling memberi dan menerima, terutama dalam hal hal yang terkait kelulusan anak.
Ibunya FIRA yang nampak senyum ceria menyambut kedatangan Kami sekeluarga, dan mentasbihkan anaknya Fira, untuk dibina di Kampus UIN.
Ki cini anakta Pak !!! sebuah harapan orang tua yang tulus, untuk terus berjuang dalam membangun masa depan yang cemerlang.
Gado gado dalam piring besar, ketupat dan irisan telur bebek, menjadi menulengkap di senja hari.
Terima kasih Mamanya Fira, atas layanan yang membahagiakan, bahkan di saat akan kembali, masih dibekali lagi bingkisan dua buah tentengan, yang berisi penuh gado gado.
Terima kasih dan selamat menikmati, berikut dokumentasinya, salamaki !!!



