SYAKHRUDDIN.COM – Namanya Daeng Bollo (70), Ibunya bernama Muji dan Bapaknya Dg Nuru, keduanya sudah almarhum. Semasa Penulis sekolah di SMP Muhammadiyah Limbung, sempat tinggal bersama Dg Bollo.
Kala itu, Dg Bollo terbilang orang sukses di Timpoppo, karena diperisterikan Karaeng Tunru dari Lassang. Kisah cintanya juga karena adanya kaitan bisnis antara Ayah Penulis, Dobolo Dg Nassa dengan Karaeng Tunru yang memiliki lahan pohon jati di Kampung Lassang.
Kala itu, kayu sangat dibutuhkan untuk membakar batu merah dan kapur batu, Penulis masih duduk di SMP Muhammadiyah Limbung sekitar tahun 1969, dan tinggalkan Limbung sejak tahun 1972 dan lanjut ke Sekolah Pekerjaan Sosial Atas (SPSA) dan selesai 1976.
Penulis yang hidup berpindah dari rumah Nenek, ke sepupu, lalu ke ipar dan pernah tinggal di rumah Dg Bollo, sekitar tiga bulan lamanya, sehingga ada kedekatan perasaan, terlebih saat itu masih tergolong anak-anak yang membutuhkan kasih sayang.
Akhirnya setelah selesai pendidikan di SMP Muhammadiyah Limbung lanjut ke Makassar dan juga hidup di tempat Nenek bersama almarhumah Nurtia Dg Sanga.
Maklum saat itu Ayahanda bersama isterinya Mo’minang Dg Tarring bersama tiga orang anaknya, dan kami memilih hidup di Nenek dengan kondisi yang pas-pasan.
Kenangan di Timpoppo begitu terukir mendalam pada kehidupan pribadiku, bahkan terakhir tinggal bersama Abd. Jalil Dg Sikki dan Hj. Minne yang masih pengantin baru.
Tugas ku setiap setiap hari adalah menyapu halaman yang luas dan mengisi dua buah gentong air, sebelum pergi sekolah, semuanya kini terekam dalam benak dengan kenangan indah, terbuang sayang terbaca ulang.
Hari ini, Minggu 9 Mei 2021 terdengar kabar melalui pesan WhatApps bahwa Bollo Muji telah berpulang ke rahmatullah, Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Berita yang dikirim oleh adinda Saera Dg Siang, Anaknyha Om Manye juga dimasa sekolah dahulu, pernah tinggal di Jalan Andi Tonro No. 6 Makassar.
Menyusul informasi dari Rohani, adiknya Bollo yang juga tinggal di Makassar, tepatnya di Jalan Muhammad Tahir dekat Lepping Makassar.
“Kalau perasaan sih mau diikuti, rasanya ingin hadir di acara pemakaman” akan tetapi kondisi kebatinan yang membuat Penulis harus tertahan. Karena lokasi rumah duka berdekatan dengan saudara dan family yang ada di Timpoppo.
Hubungan silaturahmi dengan keluarga disana, sedikit terganggu karena soal harta benda dimasa lalu, yang memaksakan kehendak untuk memperolehnya, bahkan akan melakukan ancaman pembunuhan bilamana tidak diikuti kehendaknya.”
Suasana itulah yang menghalangiku untuk hadir di Timpoppo saat ini, walau batinku menangis untuk menyaksikan terakhir kalinya, orang yang pernah berjasa dalam kehidupanku di masa kecil.
Selamat jalan Bollo Muji, semoga perjalananmu di alam kubur senantiasa didampingi bidadari sorga yang merupakan balasan atas budi baikmu di masa silam, Al-Fatihah.
Demikian coretan pena mengiringi kepergian Bollo Muji di Timpoppo Kelurahan Mata Allo Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, Meninggal dunia Sabtu Malam 8 Mei 2021 dan dimakamkan di pekuburan Timpoppo Minggu 9 Mei 2021
Makassar, 9 Mei 2021 bertepatan 27 Ramadan 1442 H
