SYAKHRUDDIN.COM – Penghijauan dapat mengurangi pencemaran¸ hal itu dikarenakan karbondioksida yang berasal dari kendaraan bermotor dan asap pabrik dapat diserap oleh daun-daun pepohonan hijau tersebut. Oleh pohon karbondioksida diubah menjadi oksigen, yang sangat dibutuhkan manusia untuk bernafas.
Kondisi itu sudah lama kita rasakan, karena itu apa yang dilakukan Pengurus Majid Besar Al-Abrar Jalan St. Alauddin No 82 Makassar, dengan melakukan penanaman “Mangga” di halaman luas Masjid Al-Abrar, sesuatu yang patut diberi jempol. Kondisi gersang yang selama ini kita rasakan akan menjadi sejuk dengan hadirnya lima buah pohon mangga yang tanam dalam gorong-gorong yang diisi tanah.
Kondisi ini harus dilakukan, mengingat halaman masjid memiliki konstur tanah yang terdiri dari bebatuan hasil pembongkaran masjid tua, sehingga untuk menanti sampai akar tembus ke tanah, memerlukan waktu yang lama dan membutuhkan peralatan yang lebih moderen.
Adalah bendahara Masjid Al-Abrar, H.Purnomo yang sering kami sapa Daeng Bani, memulai penanaman awal dua bulan lalu, kemudian berlanjut Sabtu (13/4/2021), dimana Pengurus dan remaja masjid beramai-ramai tanam pohon mangga di halaman masjid, sehingga sekarang sudah tak terlihat tandus lagi dengan hadirnya lima pohon mangga.
Konon, pohon mangga okulasi ini memiliki tiga rasa,tutur Daeng Bani dan ke depan kita akan menyaksikan bagaimana memetik mangga masjid, tentunya perawatan dan pengawasan dari Dg Gassing yang selama ini bertugas sebagai petugas parkir.
Sekaligus pembersih bagian halaman, untuk dapat merawat dan menjaga dari pencurian buah mangga tiga rasa pada suatu kesempatan kelak dikemudian hari.
Perjalanan waktu untuk lima tahun ke depan, pengurus masjid bukan saja akan menanam pohon dihalaman masjid akan tetapi dapat mengembangkan dengan tanaman lain di kawasan pengembangan usaha, tentunya harus berada dalam naungan sebuah yayasan.
Setelah penyerahan tanah wakaf masjid secara total kepada pengurus, maka kini saatnya penguurs dapat mengembangkan aktifitas, bukan saja masjid sebagai tempat sholat, akan tetapi di Lantai II dapat digunakan untuk acara pesta perkawinan, membuat usaha “Badan Usaha Masjid”
Usaha pemeliharaan dan penggemukan sapi di sekitar Pattalassang, membuka kios atau warkop dengan memanfaatkan lahan kosong sudut kanan bagian depan serta menjadikan lantai atas bagian WC untuk duduk santai, sambil ngopi bareng menanti masuknya waktu sholat.
Begitu banyak peluang dan upaya pengurus yang akan terus dikembangkan, diluar mangga okulasi yang memiliki tiga rasa. Kita nantikan saja, hasil dari tangan dingin Daeng Bani, yang kelak dikemudian hari, kita dapat nikmati “Mangga Tiga Rasa dari Masjid Al-Abrar”
