SYAKHRUDDIN.COM,JAKARTA – Presiden Iran Hassan Rouhani menyesalkan insiden salah tembak rudal ke pesawat Ukraina dengan nomor penerbangan PS752 yang menewaskan 176 penumpang dan kru.
Rouhani juga berjanji akan
terus menyelidiki dan mengadili pihak yang bertanggung jawab atas kesalahan
yang ia sebut “tak termaafkan.”
Dalam pernyataan resminya, Rouhani akan meminta Kementerian
Luar Negeri Iran untuk mengidentifikasi dan mengembalikan 176 korban kepada
keluarga mereka.
“Republik Islam Iran sangat menyesal dengan kesalahan
yang mengerikan ini dan saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada
keluarga korban.
Iran memerintahkan semua
institusi terkait untuk memberikan kompensasi dan penghiburan kepada keluarga
yang berduka,” tulis Rouhani dikutip.
“Saya juga menyampaikan duka terdalam dan simpati dari
pemerintah Iran kepada bangsa, pemerintah, serta keluarga korban-korban yang
tidak berasal dari Iran.
Rouhani menyebut insiden “menyakitkan” ini tidak
boleh diabaikan dan pihaknya siap untuk melakukan penyelidikan lanjutan.
“Untuk mengidentifikasi akar penyebab tragedi ini dan
menuntut pihak yang bertanggung-jawab atas kesalahan tak termaafkan ini, dan
memberitahukan hasilnya pada rakyat Iran dan juga keluarga korban,” kata
Rouhani.
Pemerintah Iran, menurutnya, juga akan memperbaiki kelemahan
sistem pertahanan negara agar tidak ada insiden salah tembak untuk kedua
kalinya.
“Perlu untuk memberlakukan pengaturan dan langkah-langkah yang diperlukan
untuk mengatasi kelemahan sistem pertahanan negara agar bencana seperti itu
tidak berulang,” tutur Rouhani.
“Sekali lagi, saya berdoa bagi mereka yang kehilangan
nyawa dan berharap keluarga yang berduka untuk bersabar,” lanjut dia.
Dalam pernyataan ini, Rouhani juga menyebut aksi salah tembak
dilakukan Angkatan Bersenjata yang sedang dalam kondisi siaga tinggi menghadapi
kemungkinan serangan dari Amerika Serikat.
“Sangat disayangkan kondisi ini berujung pada bencana
besar yang menyebabkan orang-orang tak bersalah kehilangan nyawa karena faktor
kesalahan manusia,” katanya.
Sebelumnya, militer Iran menyatakan tidak sengaja menembak
pesawat Ukraina pada Rabu (8/1/2020) karena
salah mengira pesawat akan melakukan serangan.
Militer Iran juga menyebut kesalahan tersebut karena faktor
manusia dan terdorong oleh peningkatan aktivitas penerbangan militer Amerika
Serikat di titik-titik strategis Iran.
Dalam kondisi itu, menurut Angkatan Bersenjata Iran, pesawat
Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan PS752 terbang mendekati
pusat militer IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps), dengan kecepatan dan
ketinggian mirip dengan pesawat yang akan melakukan serangan
(syakhruddin)
