SYAKHRUDDINNEWS.COM – Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh; Mentari pagi mulai menyinari bumi. Selasa, 3 November 2026 kembali menyapa kita. Hari berganti, waktu terus berjalan, sementara usia manusia semakin bertambah.
Ada yang menyambut pagi dengan semangat bekerja, ada yang bergegas menunaikan kewajiban, dan ada pula yang memulai hari dengan doa agar segala urusan mendapatkan kemudahan.
Hari Selasa bukan sekadar nama dalam kalender. Ia merupakan bagian dari perjalanan kehidupan yang harus diisi dengan kegiatan bermanfaat.
Setiap hari memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, menolong sesama, serta menyelesaikan amanah yang belum tertunaikan. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan.
Allah SWT mengingatkan kita dalam Surah Al-‘Ashr ayat 1–3:
Wal-‘ashr. Innal-insaana lafii khusr. Illalladziina aamanuu wa ‘amilushshaalihaati wa tawaashau bil-haqqi wa tawaashau bish-shabr.
Artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.
Ayat ini memberikan pelajaran bahwa waktu merupakan modal kehidupan yang sangat berharga. Tidak disebutkan bahwa hari Selasa lebih istimewa daripada hari lainnya, tetapi setiap hari adalah kesempatan untuk memperbanyak amal saleh.
Selasa mengajarkan kita untuk tidak menunda kebaikan. Jika hari Senin telah berlalu, jangan larut dalam penyesalan. Jadikan hari ini sebagai kesempatan memperbaiki niat, meningkatkan ibadah, bekerja dengan jujur, dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Allah juga berfirman dalam Surah Al-Insyirah ayat 5–6 bahwa bersama kesulitan terdapat kemudahan. Karena itu, jangan mudah menyerah menghadapi persoalan kehidupan.
Mengenang sejarah pada tanggal 3 November; tanggal 3 November menyimpan sejumlah catatan penting dalam perjalanan sejarah bangsa dan dunia.
Pertama, Maklumat Pemerintah 3 November 1945; Pada tanggal 3 November 1945, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengeluarkan maklumat pemerintah yang mendorong pembentukan partai-partai politik.
Kebijakan ini menjadi salah satu tonggak perkembangan demokrasi Indonesia. Rakyat diberikan ruang untuk menyalurkan aspirasi melalui organisasi dan partai politik. Pemilu pertama Indonesia kemudian terlaksana pada tahun 1955.
Kedua, Pertempuran Benteng Victoria di Ambon tahun 1950; Tanggal 3 November 1950 tercatat sebagai salah satu peristiwa dalam operasi militer untuk mengembalikan Ambon ke dalam wilayah Republik Indonesia, menyusul pergolakan Republik Maluku Selatan (RMS). Peristiwa ini mengingatkan kita betapa mahalnya harga persatuan dan keutuhan bangsa.
Ketiga, Sputnik 2 membawa Laika ke luar angkasa tahun 1957; Pada 3 November 1957, Uni Soviet meluncurkan pesawat Sputnik 2 dengan membawa seekor anjing bernama Laika.
Ia menjadi hewan pertama yang mengorbit bumi. Peristiwa ini merupakan bagian penting dari sejarah perkembangan teknologi antariksa dunia, sekaligus menyisakan catatan tentang pengorbanan hewan dalam penelitian ilmiah.
Dari ketiga catatan tersebut, kita memperoleh pelajaran bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu. Ada pelajaran tentang demokrasi, persatuan, perjuangan, ilmu pengetahuan, dan tanggung jawab manusia terhadap kehidupan.
Selasa dan perjalanan kehidupan; Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menyaksikan orang berlomba mengejar keberhasilan. Ada yang mengejar jabatan, ada yang mengumpulkan kekayaan, ada pula yang berjuang mempertahankan kesehatan dan keharmonisan keluarga.
Namun, jangan sampai kesibukan duniawi membuat kita lupa bahwa kehidupan memiliki batas waktu.
Bagi sahabat yang telah memasuki usia lanjut, setiap pagi adalah anugerah. Kemampuan berjalan, melihat, mendengar, tersenyum, dan masih bisa bersilaturahmi merupakan nikmat yang patut disyukuri.
Bagi mereka yang masih aktif dalam kegiatan sosial, termasuk keluarga besar Tagana, Lansigana, LLI Sulawesi Selatan, dan Shelter Warga, teruslah menebarkan kepedulian.
Sebab, pengabdian tidak mengenal batas usia. Lansia bukan beban masyarakat, melainkan sumber pengalaman dan kekuatan sosial.
Mari kita jadikan hari Selasa sebagai momentum memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Jangan terlalu sibuk menghitung kekurangan orang lain, sementara kekurangan diri sendiri belum sempat diperbaiki.
Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, jangan menunggu sehat untuk berbuat baik, dan jangan menunggu waktu luang untuk mengunjungi sahabat.
Kebaikan tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Sebuah senyuman, sapaan tulus, bantuan kecil, dan doa yang dipanjatkan dengan ikhlas dapat menjadi bagian dari amal saleh.
Ingatlah, kehidupan ini bukan hanya tentang berapa lama kita hidup, tetapi seberapa banyak manfaat yang dapat kita tinggalkan.
Sebuah pantun pantun pembuka MoKa
Sungguh indah pesona Makkah
Senang hati berkunjung ke sana
Hari Selasa semoga berkah
Sujud pada-Nya panjatkan doa.
Sementara itu, dinamika politik di Timur Tengah kembali memperlihatkan situasi yang penuh ketegangan. Penolakan partai-partai Arab untuk bergabung dengan kekuatan politik yang dikaitkan dengan Eisenkot menunjukkan masih kuatnya perbedaan kepentingan dan sikap politik di dalam negeri Israel.
Persoalan ini bukan sekadar perebutan pengaruh kekuasaan, tetapi juga mencerminkan rumitnya hubungan antarkelompok di tengah konflik berkepanjangan.
Di kawasan yang belum sepenuhnya menemukan jalan menuju perdamaian, setiap keputusan politik dapat membawa dampak lebih luas terhadap stabilitas regional.
Pada saat yang sama, kekhawatiran terhadap kemungkinan pecahnya kembali perang antara Amerika Serikat dan Iran semakin menguat.
Pernyataan Presiden Donald Trump yang membuka kemungkinan serangan baru setelah pemilu sela AS membuat negara-negara di kawasan Teluk berada dalam kecemasan.
Iran pun memperingatkan bahwa jika perang kembali terjadi, konflik tersebut berpotensi berlangsung lebih panjang. Situasi ini menjadi pengingat bagi dunia bahwa persaingan politik dan kekuatan militer dapat membawa penderitaan bagi masyarakat luas.
Perdamaian, dialog, dan diplomasi semestinya menjadi jalan utama, sebab tidak ada kemenangan sejati apabila peperangan hanya meninggalkan kehancuran, kehilangan nyawa, dan krisis kemanusiaan.
Anis Dirayu; Isu mengenai Anies Baswedan yang dikabarkan mendapat lobi dari lingkaran Istana untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih kembali menjadi perbincangan politik nasional.
Dalam sebuah diskusi podcast antara pakar hukum tata negara Refly Harun dan Geisz Chalifah yang diberitakan pada 2 November 2026, muncul pengakuan tentang adanya informasi dari seseorang di lingkungan Istana yang menyarankan agar Anies menerima tawaran menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Namun, informasi tersebut masih berupa pengakuan dan bocoran dalam perbincangan, bukan pengumuman atau keputusan resmi pemerintah.
Menariknya, isu ini kemudian dikaitkan dengan posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sehingga memunculkan pertanyaan tentang dinamika dan arah politik pemerintahan Prabowo Subianto.
Geisz Chalifah sendiri berpandangan bahwa Anies sebaiknya tetap berada di luar pemerintahan sebagai bagian dari kekuatan penyeimbang.
Terlepas dari berbagai spekulasi tersebut, publik tentu membutuhkan kejelasan informasi, sebab dalam kehidupan demokrasi, perubahan jabatan kenegaraan harus mengikuti mekanisme konstitusi, bukan sekadar rumor atau percakapan politik.
Polemik Ijazah Gibran: Empat Gugatan, Kini Menjadi Sorotan Publik;
Persoalan dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan laporan detikNews, setidaknya terdapat empat gugatan yang berkaitan dengan ijazah dan surat penyetaraan pendidikan SMA Gibran.
Perkara tersebut pernah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2025, kemudian berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada September 2026 serta Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Dalam salah satu putusannya pada 6 Oktober 2026, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah atau sertifikat kelulusan luar negeri yang menjadi dasar penyetaraan pendidikan Gibran.
Namun, MK tidak menerima gugatan tersebut karena persoalan kedudukan hukum para pemohon. Sementara itu, gugatan lain yang diajukan PT Mercy Toga Kirana masih bergulir di PTUN Jakarta.
Perkembangan paling baru terjadi ketika Mahkamah Agung pada 30 Oktober 2026 mengabulkan kasasi Subhan Palal melalui perkara Nomor 742 K/TUN/2026. Putusan tersebut menyatakan surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA Gibran tidak sah dan membatalkan putusan pengadilan sebelumnya.
Perkembangan ini tentu menghadirkan babak baru dalam perdebatan mengenai persyaratan administrasi pencalonan wakil presiden pada Pilpres 2024.
Publik kini menantikan penjelasan resmi mengenai pertimbangan hukum MA serta tindak lanjut dari lembaga terkait.
Dalam negara hukum, setiap persoalan yang menyangkut pejabat publik harus ditempatkan dalam koridor transparansi, kepastian hukum, dan penghormatan terhadap proses peradilan. Sebab, jabatan publik bukan hanya menyangkut kekuasaan, tetapi juga kepercayaan rakyat.
Kota Bertambah Usia, Warganya Bertambah Tanggung Jawab; Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kota Makassar ke-419 pada 9 November 2026, ada sebuah renungan yang patut kita hadirkan di tengah masyarakat: kota memang bertambah usia, tetapi tanggung jawab warganya juga harus semakin bertambah.
Sejak berdiri pada 9 November 1607, Makassar telah melewati perjalanan panjang sejarah, tumbuh menjadi kota metropolitan dengan segala dinamika dan tantangannya.
Tema HUT tahun ini, “Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan”, bukan sekadar rangkaian kata indah untuk menghiasi spanduk dan baliho.
Melainkan sebuah ajakan untuk membangun kesadaran bersama bahwa masa depan kota tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kepedulian setiap warga dalam menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, lingkungan, serta semangat gotong royong.
Usia 419 tahun seharusnya menjadi momentum bercermin, sejauh mana kita telah berkontribusi bagi kota yang kita cintai. Jangan hanya berharap Makassar semakin maju, sementara kita abai terhadap persoalan sampah, kemacetan, banjir, dan lunturnya kepedulian sosial.
Menyalakan harapan berarti berani melakukan perubahan, sekecil apa pun langkahnya, sedangkan merawat masa depan berarti mewariskan lingkungan dan kehidupan sosial yang lebih baik kepada generasi berikutnya.
Sebab, kota yang hebat bukan hanya terlihat dari megahnya bangunan dan panjangnya jalan, tetapi dari karakter warganya yang saling menghargai, peduli, dan bertanggung jawab. Selamat menyongsong HUT Kota Makassar ke-419. Mari kita nyalakan harapan, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi melalui karya dan tindakan nyata.
Sahabat pembaca yang budiman,
Sampai di sini perjumpaan kita dalam Mozaik Kehidupan (MoKa) hari ini. Insyaallah, MoKa bertekad untuk kembali menyapa Anda esok pagi dengan aneka informasi, refleksi, dan peristiwa aktual yang menarik serta layak untuk diketahui.
Teruslah melangkah maju, berkarya, dan berkembang dalam menyongsong hari-hari mendatang yang penuh tantangan. Jangan lupa menjaga kesehatan, menebarkan kebaikan, mempererat tali silaturahmi, serta senantiasa berserah diri dan memohon petunjuk kepada Allah SWT.
Sebagai salam perpisahan, izinkan kami menghadirkan sebuah pantun:
Daun kelor tumbuhnya lebat,
Tempat berteduh di waktu panas.
Terima kasih wahai sahabat,
Kebersamaan kita sungguh berkesan.
Sampai berjumpa kembali esok pagi. Semoga hari-hari kita senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan-Nya.