SYAKHRUDDINNEWS.COM – Rabu datang membawa kabar yang sedikit melegakan. Makassar yang beberapa hari terakhir diselimuti panjangnya antrean BBM, hari ini mulai bernapas lebih lega.
Pengambilan BBM di sejumlah SPBU berangsur lancar, antrean panjang mulai terurai. Di balik keadaan itu, ada kerja keras aparat yang patut diapresiasi.
Polda Sulsel mengungkap 10 kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi dan menangkap 17 tersangka, dengan barang bukti mencapai 18.905 liter, terdiri atas 12.542 liter Biosolar dan 6.363 liter Pertalite.
Maka, kalau antrean mulai pendek, jangan buru-buru mengatakan masalah selesai. Sebab yang harus diberantas bukan hanya antreannya, tetapi tangan-tangan yang bermain di belakang antrean.
BBM bersubsidi adalah hak masyarakat yang membutuhkan, bukan ladang keuntungan bagi mereka yang tega mengisap jatah rakyat kecil.
Ketika seorang pengendara harus berjam-jam menunggu demi beberapa liter BBM, sementara ada pihak yang menimbun ribuan liter untuk dijual kembali, di situlah nurani seharusnya ikut bertanya:
Di mana rasa malu? Penindakan Polda Sulsel terhadap para pelangsir menjadi pesan tegas bahwa subsidi rakyat tidak boleh dijadikan permainan.
Rabu juga membawa kesunyian lain. Hari pertama setelah Purbaya Sadewa tidak lagi berada di posisi yang selama ini dipercayakan kepadanya.
Menyisakan rasa kecewa bagi sebagian masyarakat yang melihatnya sebagai sosok pejabat yang berpihak dan berani menyuarakan kepentingan rakyat kecil.
Begitulah politik kekuasaan; kadang orang yang dianggap baik oleh rakyat belum tentu dipertahankan oleh mereka yang memegang kendali.
Jabatan bisa dicabut dalam sekejap, tetapi penilaian rakyat tidak semudah itu dihapus.
Sebab sejarah selalu mempunyai caranya sendiri untuk mencatat siapa yang bekerja dengan nurani dan siapa yang sekadar menjalankan kehendak kekuasaan.
Tanggal 16 September 1963 juga menyimpan sejarah besar di kawasan kita.
Pada hari itu Federasi Malaysia secara resmi dibentuk, yang kemudian memicu ketegangan serius dengan Indonesia dan menjadi salah satu titik awal Konfrontasi Indonesia–Malaysia.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Malaysia bahkan kemudian terputus pada 17 September 1963.
Enam puluh tiga tahun kemudian, kita kembali belajar bahwa setiap keputusan kekuasaan mempunyai konsekuensi.
Dulu, sebuah keputusan melahirkan konfrontasi antarnegara. Hari ini, keputusan politik dapat melahirkan kekecewaan di tengah masyarakat.
Karena itu, kekuasaan semestinya tidak hanya bertanya, “Apa yang saya inginkan?” tetapi juga harus bertanya, “Apa yang dirasakan rakyat?”
Rabu akhirnya mengajarkan kita sebuah kalimat sederhana:
BBM boleh kembali lancar, antrean boleh menghilang, pejabat boleh berganti, tetapi nurani jangan pernah ikut diganti.
Sebab rakyat mungkin lupa siapa yang duduk di kursi kekuasaan, tetapi rakyat akan mengingat siapa yang pernah berdiri bersama mereka ketika keadaan sedang sulit.
Pembaca setia Moka; Tetaplah membaca, karena dari membaca kita belajar memahami zaman; dari menulis kita meninggalkan jejak pemikiran.
Sebuah pantun Untuk Anda nikmati; Pergi ke pasar membeli pepaya, Pulang membawa ikan teri. Jabatan boleh berpindah siapa saja, Tetapi jasa dan nurani tetap hidup dalam hati.
Senin, 14 September 2026, menjadi hari yang mungkin tak mudah dilupakan Purbaya Yudhi Sadewa. Saat masih duduk dalam rapat kerja Komite IV DPD RI, membahas APBN 2027 bersama sejumlah pejabat negara, sebuah telepon datang.
Rapat terhenti. Purbaya keluar ruangan. Beberapa jam kemudian, kabar mengejutkan tiba: kursi Menteri Keuangan bukan lagi miliknya.
Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai penggantinya.
Lalu, mengapa Purbaya dicopot? Inilah pertanyaan yang bergelayut di kepala banyak orang. Pemerintah belum memberikan satu alasan resmi yang gamblang.
Tetapi pergantian ini datang ketika kebijakan fiskal, defisit, kepercayaan investor, dan arah pengelolaan APBN sedang menjadi sorotan.
Sejumlah analis menilai ada kebutuhan untuk mengembalikan kredibilitas dan disiplin fiskal, sementara gaya Purbaya yang berani mendorong pertumbuhan ekonomi dan sejumlah kebijakan kontroversial disebut menimbulkan kegelisahan di pasar.
Kini Suahasil Nazara datang bukan sebagai orang baru. Ia telah lama berada di Kementerian Keuangan dan sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.
Ia bahkan mengaku baru ditelepon Istana pada Senin pagi dan diminta bersiap untuk pelantikan sore harinya.
Sementara itu, Selasa malam di Makassar terasa berbeda. Langit seakan membuka tirai, memperlihatkan sebuah pemandangan yang membuat mata enggan berkedip.
Bulan sabit tampak melengkung indah, sementara Venus bersinar terang di dekatnya.
Dua benda langit itu terlihat seolah-olah sedang berdampingan, menghadirkan panorama alam yang begitu memukau hingga ramai diabadikan warga dan viral di media sosial.
Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sebuah peristiwa astronomi, bulan dan Venus sedang tampak berdekatan dari sudut pandang pengamat di Bumi.
Tetapi bagi hati yang mau merenung, langit malam selalu membawa pesan.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, antrean, berita, persoalan politik dan berbagai kegaduhan dunia, Tuhan masih menyisakan keindahan yang tidak perlu dibeli.
Cukup mendongak ke langit, lalu kita disadarkan bahwa hidup bukan hanya tentang apa yang kita kejar di bumi.
Bulan sabit dan Venus malam itu seperti dua sahabat yang bercengkerama di angkasa.
Yang satu lembut cahayanya, yang lain begitu terang. Mereka tidak saling berebut sinar, justru bersama-sama memperindah malam.
Barangkali begitulah manusia seharusnya hidup, tidak perlu saling mengalahkan untuk terlihat paling bercahaya.
Sebab ketika cahaya-cahaya kecil bersatu, gelap pun terasa lebih ramah, Sebagaimana ungkapan “Bulan sabit tersenyum di angkasa,Venus bersinar menemani malam.Indah ciptaan Yang Mahakuasa,Mengajak hati semakin tenggelam dalam keheningan”
Disisi lain, Kepergian Kanaya membuat pejabat, KDM ikut memikul keranda Kanaya menuju tempat peristirahatan terakhir.
Pemandangan itu seolah mengingatkan kita: di hadapan kematian, jabatan, pangkat dan popularitas kehilangan makna; semua manusia akhirnya sama, kembali kepada Sang Pencipta.
Kanaya memang telah meninggalkan panggung kehidupan, tetapi kebaikan dan kenangannya tidak ikut dikuburkan.
Sebab manusia boleh berhenti bernyanyi, tetapi kebaikan akan terus bergema melalui mereka yang pernah disentuhnya. Selamat jalan, Teh Kanaya.
Semoga Allah mengampuni segala khilaf, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Al-Fatihah.
Perlu Anda ketahui. sebuah film dokumenter karya sutradara Israel Yuval Abraham dan Rachel Szor, mengguncang Festival Film Venesia 2026.
Film berdurasi 80 menit itu meraih Special Jury Prize, setelah sebelumnya mendapat tepuk tangan berdiri sekitar 25 menit, disebut sebagai salah satu sambutan terpanjang dalam sejarah festival tersebut.
Film ini menampilkan kesaksian 24 sumber dari kalangan militer dan intelijen Israel mengenai operasi militer di Gaza.
Namun, penghargaan di Venesia justru membuka babak kontroversi baru. Menteri Kebudayaan Israel Miki Zohar mengecam film tersebut dan menyerukan agar kewarganegaraan Israel kedua pembuatnya dicabut, dengan menuduh mereka melakukan pengkhianatan terhadap negara.
Pemerintah dan militer Israel juga menolak tuduhan yang digambarkan dalam film, sementara para pembuat NAZA menyatakan film itu dibuat untuk mengungkap sistem yang mereka yakini telah menyebabkan penderitaan besar terhadap warga sipil Palestina.
Di sinilah film berhenti menjadi sekadar tontonan.
NAZA berubah menjadi pertanyaan besar tentang keberanian, kebenaran dan kemanusiaan.
Ketika sebuah karya seni mendapatkan penghargaan karena mengangkat kesaksian tentang perang, lalu pembuatnya justru diancam kehilangan kewarganegaraan, dunia dipaksa bertanya:
Apakah kritik terhadap tindakan sebuah negara dapat dianggap sebagai pengkhianatan, atau justru merupakan bentuk keberanian seorang warga negara untuk mengingatkan bangsanya?
Sebab pada akhirnya, sejarah tidak hanya ditulis oleh mereka yang menang dalam peperangan. Sejarah juga ditulis oleh mereka yang berani merekam suara korban.
Layar boleh ditutup, lampu bioskop boleh dipadamkan, tetapi kesaksian manusia,
tidak semudah itu dimatikan.
Houti Mengguncang Dunia ; Selasa pagi, 15 September 2026, kabar dari Timur Tengah kembali membuat dunia menahan napas. Houthi, kelompok yang bersekutu dengan Iran di Yaman, kembali melancarkan serangan ke Arab Saudi.
Rudal dan drone dilaporkan menyasar kawasan militer di Khamis Mushait, sementara sebelumnya fasilitas energi Saudi juga menjadi sasaran.
Bagi pasar dunia, ini bukan sekadar dentuman rudal, ini adalah ancaman terhadap aliran energi yang menghidupi perekonomian global.
Harga minyak pun ikut bergetar. Brent naik sekitar 1,18 persen menjadi US$106,93 per barel, sedangkan WTI mencapai sekitar US$102,65.
Kekhawatiran semakin besar karena pipa East-West Saudi yang menjadi jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz mengalami gangguan.
Jalur itu biasanya mampu mengalirkan sekitar 4 juta barel minyak per hari menuju Laut Merah.
Bila jalur Hormuz dan alternatif Saudi sama-sama terganggu, pasar dunia menghadapi persoalan besar: minyak ada, tetapi jalan untuk mengirimkannya semakin sempit.
Lalu bagaimana Selat Hormuz?
Inilah bagian yang paling mencemaskan. Lalu lintas kapal di selat strategis tersebut telah merosot tajam setelah sejumlah kapal mengalami serangan.
IMO mencatat 79 insiden terkonfirmasi hingga 14 September, dengan 22 pelaut tewas. Bahkan pada akhir pekan lalu, data pelayaran menunjukkan aktivitas melalui Hormuz hampir berhenti.
Hormuz bukan sekadar selat sempit di peta. Ia adalah salah satu urat nadi energi dunia.
Ketika kapal tanker takut melintas, biaya angkut dan asuransi melonjak, pasokan tersendat, lalu harga minyak ikut menanjak.
Dan pada akhirnya, dentuman perang yang jauh di Timur Tengah bisa terasa dekat di harga BBM, ongkos transportasi, harga barang, bahkan di dapur rumah tangga kita.Minyak naik, kapal tertahan, dunia pun gelisah.
Sebuah pantun penutup untuk Anda : Selat sempit di antara karang, kapal tanker melaju perlahan. Jika perang terus berkepanjangan, rakyat kecil kembali menanggung beban.
Sampai disini jumpa kita, Insyaallah Moka Akan kembali menemui Anda dengan aneka info yang layak Anda peroleh, wassalam.