SYAKHRUDDINNEWS.COM – Senja yang teduh menyelimuti halaman Masjid Besar Al-Abrar, Jalan Sultan Alauddin No. 82 Makassar, ketika seorang tamu mulia dari negeri Sudan melangkahkan kaki memasuki rumah Allah itu, Sabtu 1 Agustus 2026
Syech Adam, didampingi Ustaz Tolha, datang membawa bukan sekadar kunjungan silaturahmi, melainkan seberkas cahaya dakwah yang menyeberangi benua.
Seusai salat Magrib, Ustaz Irfan memperkenalkan tamu istimewa tersebut kepada jamaah, seraya menyampaikan bahwa malam itu mereka akan mendengarkan tauziyah dari seorang ulama yang telah menempuh perjalanan panjang selama setahun sebelum kembali ke tanah kelahirannya.
Dalam tausiyahnya yang disampaikan dalam bahasa Arab dan diterjemahkan dengan penuh kehati-hatian oleh Ustaz Tolha, Syech Adam mengajak jamaah merenungi hakikat dakwah sebagai amanah setiap umat Nabi Muhammad SAW.
Beliau menghadirkan kisah agung Nabi Ibrahim AS ketika meninggalkan istri tercintanya, Hajar, bersama putra mereka di lembah yang gersang.
Berkali-kali Hajar bertanya mengapa mereka ditinggalkan di tempat yang tak berpenghuni. Nabi Ibrahim tetap melangkah tanpa menoleh, hingga pertanyaan terakhir terlontar, “Apakah ini perintah Allah?”
Saat itulah beliau berhenti, berbalik, lalu menjawab singkat, “Ini perintah Allah SWT.”
Dengan keteguhan iman yang menggetarkan, Hajar pun menjawab, “Labbaik… berangkatlah. Allah pasti akan menjaga kami.” Kisah itu menjadi penegas bahwa keimanan sejati selalu melahirkan kepasrahan yang utuh kepada kehendak Sang Pencipta.
Suasana masjid seketika hening. Tak terdengar selain suara penerjemah yang mengalir lembut, sementara para jamaah larut dalam setiap pesan yang disampaikan.
Tausiyah yang singkat namun sarat makna itu seolah mengingatkan bahwa dakwah tidak selalu hadir melalui pidato yang panjang, melainkan melalui keteladanan, pengorbanan, dan keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT.
Rangkaian silaturahmi itu kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah yang dipimpin Imam Rawatib Masjid Besar Al-Abrar, Ustaz Lahamuddin Kalombeng, S.Ag.
Setelah doa dipanjatkan, pengurus masjid bersama Syech Adam mengabadikan momen kebersamaan dalam sebuah foto bersama.
Di balik senyum yang terukir, tersimpan harapan agar jalinan ukhuwah Islamiyah yang melampaui batas negara ini terus menguatkan semangat dakwah, menyatukan hati umat, dan menjadi pengingat bahwa persaudaraan dalam Islam tidak pernah mengenal jarak (sdn)

