SYAKHRUDDINNEWS.COM – Suasana haru menyelimuti rumah duka di Jalan Sungai Kelara Nomor 25, Makassar, pada malam takziyah pertama yang sekaligus menjadi malam terakhir rangkaian takziyah atas wafatnya Nur Hamdana binti H. Daud Biantong (53).
Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa-doa yang dipanjatkan para pelayat menghadirkan keheningan yang penuh makna, seolah menjadi pengantar cinta terakhir bagi almarhumah menuju keabadian.
Di tengah suasana duka itu, H. Daud Biantong, S.H., Penasehat Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sulawesi Selatan, menerima kehadiran para sahabat dan pengurus LLI yang datang menyampaikan belasungkawa serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Almarhumah meninggalkan seorang suami dan dua orang anak. Jenazahnya telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Islam Panaikang, Makassar, pada Selasa, 7 Juli 2026, dalam iringan doa dan isak haru keluarga, kerabat, serta para pelayat.
Semasa hidupnya, Nur Hamdana mengabdikan diri sebagai insan profesional di Kantor Pos dan Giro. Kariernya berakhir pada posisi Auditor Keuangan di Kantor Pos dan Giro Bandung, Jawa Barat.
Menjelang akhir hayatnya, ia kembali ke kampung halaman di Makassar untuk berada lebih dekat dengan keluarga, hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga besar Bapak Daud Biantong, tetapi juga bagi sahabat dan rekan-rekan yang mengenalnya sebagai pribadi yang sederhana, penuh dedikasi, dan bertanggung jawab dalam setiap amanah yang diembannya.
Malam takziyah itu bukan sekadar pertemuan untuk mengenang, melainkan juga menjadi pengingat bahwa setiap perjumpaan pada akhirnya akan bermuara pada perpisahan.
Seperti firman Allah SWT, “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn” sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya pula kita semua akan kembali.