SYAKHRUDDINNEWS.COM – Fajar baru saja merekah ketika lantunan ayat suci dan doa-doa mengalun di Masjid Besar Al-Abrar Makassar, Jalan Sultan Alauddin No. 82. Di antara khusyuknya pengajian ba’da Subuh, hadir pula wujud nyata kepedulian sosial.
Pengurus Masjid Besar Al-Abrar menyalurkan bantuan beras kepada 31 warga kurang mampu yang bermukim di sekitar masjid serta 11 anak yang sedang menempuh pendidikan di pesantren maupun sekolah swasta.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Bendahara Masjid, H. Purnomo Dg. Bani, disaksikan Ketua Masjid H. Hilal Kadir, Sekretaris H. Syakhruddin, serta Ketua Baznas Kota Makassar, H. Ashar Tamanggong Dg. Sila.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pengajian Subuh dan layanan sarapan pagi gratis bagi seluruh jamaah itu menjadi gambaran bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat bersujud kepada Allah SWT, tetapi juga rumah yang menghadirkan kasih sayang bagi sesama.
Di tempat yang sama, Ketua Baznas Kota Makassar menyampaikan kabar gembira bahwa pada Ahad, 12 Juli 2026, Baznas bersama Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) akan melaksanakan pemotongan 94 ekor sapi dan enam ekor kambing yang berasal dari dam haji, dikelola oleh H. Guntur Mas’ud selaku Ketua Forum KBIH.
Daging kurban tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada warga kurang mampu di berbagai kelurahan di Kota Makassar, dengan masing-masing penerima memperoleh satu kilogram sesuai data yang dihimpun melalui bagian kesejahteraan rakyat di tingkat kelurahan.
Suasana hangat semakin terasa ketika pengajian usai. Jamaah yang memenuhi saf Subuh kemudian menikmati sarapan pagi yang telah disiapkan pengurus masjid. Kebersamaan itu menjadi cermin bahwa ibadah tidak berhenti di sajadah, tetapi berlanjut dalam semangkuk hidangan dan sebutir kepedulian yang dibagikan kepada sesama.
Saat ditanya mengenai sumber dana bantuan tersebut, H. Purnomo Dg. Bani menjelaskan dengan penuh ketulusan bahwa seluruh bantuan berasal dari celengan masjid serta sumbangan sukarela para dermawan yang tidak mengikat. “Inilah amanah umat yang kami salurkan kembali kepada umat,” ujarnya.
Dari recehan yang terkumpul sedikit demi sedikit, lahirlah senyum, harapan, dan keyakinan bahwa sekecil apa pun sedekah, jika dikelola dengan amanah, akan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan banyak orang (sdn)



