SYAKHRUDDINNEWS.COM — Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan yang menuntun langkah manusia dengan cahaya keimanan dan mempertemukan kita kembali dalam ruang kebersamaan yang penuh keberkahan. Di bawah langit Makassar yang perlahan meredup menuju senja, kita kembali dipertautkan oleh semangat ukhuwah, pengabdian, dan harapan yang tumbuh dari hati-hati yang tulus.
Hari ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ada jejak pengorbanan, ada nilai keikhlasan, dan ada denyut kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat. Dari halaman-halaman masjid hingga ruang-ruang silaturahmi umat, gema Idul Adha kembali mengingatkan bahwa manusia sejatinya dipanggil untuk saling berbagi, saling menguatkan, dan menjaga kemuliaan sesama.
Dengan penuh hormat, kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh pembaca dan hadirin yang setia menyertai perjalanan Mozaik Kehidupan. Semoga setiap kisah yang tersaji hari ini menghadirkan hikmah, menumbuhkan kepedulian, serta menjadi catatan amal yang diridhai Allah SWT.
Pantun Pembuka
Burung camar terbang melayang,
Hinggap sejenak di pohon randu.
Mari sambut hari yang gemilang,
Dengan hati tulus dan penuh rindu.
Suasana Ballroom Hotel KHAS Makassar, Jalan Andi Mappanyukki, Senin 25 Mei 2026, terasa khidmat ketika Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Pusat, Aat Surya Safaat, resmi menutup pelaksanaan UKW Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Selatan ke-29. Di hadapan para peserta yang baru saja menuntaskan tahapan ujian kompetensi, ia mengingatkan bahwa sertifikat kelulusan bukanlah garis akhir perjalanan seorang jurnalis, melainkan awal dari tanggung jawab yang semakin besar di tengah derasnya arus informasi digital yang kian tak mengenal batas.
Dengan suara tenang namun penuh penekanan, Aat Surya Safaat meminta para wartawan terus mengasah kapasitas diri, memperkaya pengetahuan, dan menjaga integritas profesi. Menurutnya, di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada verifikasi, wartawan dituntut bukan hanya cekatan menulis, tetapi juga teguh menjaga marwah jurnalistik agar tetap menjadi penjernih di tengah riuhnya kabar yang berseliweran tanpa arah.
Di sela penutupan itu, tim penguji yang diwakili Farurrahman membacakan hasil akhir pelaksanaan UKW Sulsel. Dari total peserta, sebanyak 31 orang dinyatakan lulus dan berkompeten, dengan rincian dua peserta kategori Utama, 13 peserta kategori Madya, dan 21 peserta kategori Muda. Tepuk tangan pun bergemuruh di ruangan, menjadi penanda lega sekaligus kebanggaan atas perjuangan yang telah dilalui selama proses ujian berlangsung.
Pelaksana Tugas Ketua PWI Sulawesi Selatan, Zulkifli Gani Ottoh yang akrab disapa Zugito, turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan UKW jalur mandiri tersebut. Ia memberi penghormatan khusus kepada Rukman Nawawi selaku nahkoda panitia pelaksana yang dinilai mampu mengawal seluruh rangkaian kegiatan hingga berjalan lancar dan tertib.
Menutup rangkaian acara, Zugito mengingatkan bahwa PWI Sulsel kini bersiap menghadapi agenda besar berikutnya, yakni Konferensi PWI Sulsel yang dijadwalkan berlangsung Selasa, 2 Juni 2026, di Graha Pena Fajar. Untuk memantapkan seluruh kesiapan kepanitiaan, rapat lengkap akan digelar pagi ini di Kantor PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah Makassar. Di tengah dinamika organisasi dan tantangan dunia pers yang terus berubah, para wartawan Sulsel kembali diingatkan bahwa profesionalisme bukan sekadar gelar kompetensi, melainkan amanah yang harus dijaga sepanjang waktu.
Dari ruang-ruang pertemuan insan pers, denyut pengabdian masyarakat juga terasa semakin hangat menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Di sejumlah masjid di Kelurahan Pa’Baeng-Baeng, Kota Makassar, persiapan kurban mulai menggeliat seiring semakin dekatnya gema takbir yang akan berkumandang.
Hingga H-2 pelaksanaan salat Id, jajaran pengurus masjid satu per satu melaporkan jumlah hewan kurban yang akan disembelih sebagai wujud ibadah dan kepedulian sosial umat. Di tengah hiruk-pikuk kota, halaman-halaman masjid perlahan berubah menjadi ruang pengabdian, tempat semangat berbagi tumbuh bersama aroma pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang kembali dikenang setiap tahun.
Data sementara mencatat, Masjid Besar Al-Abrar menerima amanah 14 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Sementara Masjid Al-Muraqabah menghimpun 12 ekor sapi. Di Masjid Nikmatullah tercatat 10 ekor sapi, sedangkan Masjid Nur Muhammad menjadi salah satu masjid dengan jumlah terbanyak yakni 17 ekor sapi. Angka-angka itu bukan sekadar hitungan hewan kurban, melainkan cermin gotong royong warga yang masih menjaga nilai kebersamaan di tengah kehidupan perkotaan yang bergerak cepat.
Ketua Masjid Besar Al-Abrar, Hilal Kadir, didampingi bendahara panitia Purnomo Dg Naba, menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini akan menghadirkan Sattu Alang sebagai khatib, sementara imam salat dipercayakan kepada Lahamuddin Dg Gassing. Di bawah langit pagi Idul Adha nanti, khutbah dan lantunan takbir diharapkan kembali menautkan hati jamaah pada makna keikhlasan, pengorbanan, dan kasih sayang antarsesama.
Namun di belahan dunia lain, suasana berbeda justru menyelimuti kawasan dekat Gedung Putih, Washington DC. Wilayah yang biasanya dijaga ketat itu mendadak mencekam setelah terjadi aksi penembakan oleh Nasire Best, pria yang diketahui memiliki riwayat membuat onar dan gangguan perilaku. Pelaku sebelumnya pernah diamankan Secret Service, bahkan sempat mengaku sebagai “Yesus” serta memiliki catatan tindakan agresif dan kekerasan.
Insiden tersebut berakhir setelah Best ditembak mati oleh petugas Secret Service. Seorang warga sipil turut menjadi korban dan kini menjalani perawatan intensif, sementara FBI masih menyelidiki motif penembakan yang mengguncang pusat kekuasaan Amerika Serikat itu.
Di dalam negeri, dinamika ekonomi juga kembali menyita perhatian masyarakat. Kenaikan harga BBM nonsubsidi memicu antrean panjang kendaraan berat di sejumlah SPBU jalur Sidrap hingga Wajo, Sulawesi Selatan. Truk logistik, pengangkut hasil pertanian, hingga kendaraan ekspedisi terlihat mengular sejak pagi sampai malam, bahkan meluber ke badan jalan dan menyebabkan kepadatan lalu lintas.
Para sopir memilih mengisi penuh tangki sebelum harga kembali berubah. Naiknya harga solar nonsubsidi membuat biaya operasional transportasi ikut melonjak, sementara tingginya permintaan BBM membuat banyak pengemudi rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan pasokan sebelum stok menipis.
Kegelisahan pasar juga tampak dari respons pelaku usaha terhadap rencana pendirian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor. Kebijakan ini dinilai berpotensi mengubah peta perdagangan nasional secara besar-besaran. Para pelaku usaha khawatir kehadiran lembaga baru milik negara akan mempersempit ruang gerak eksportir swasta, terutama jika BUMN tersebut mendapat hak istimewa dalam akses permodalan, perizinan, hingga distribusi komoditas.
Kepanikan pasar semakin terasa karena belum adanya kejelasan mengenai mekanisme kerja dan dampak jangka panjang BUMN ekspor terhadap iklim investasi. Investor pada umumnya sensitif terhadap perubahan kebijakan ekonomi yang dianggap meningkatkan intervensi negara dalam pasar. Karena itu, pelaku usaha kini menanti kepastian regulasi serta jaminan bahwa kehadiran BUMN tersebut justru memperkuat daya saing ekspor nasional, bukan menambah ketidakpastian baru.
Di tengah berbagai dinamika nasional, kabar membanggakan datang dari hamparan hijau peternakan di Kabupaten Maros. Seekor sapi unggulan bernama Rambo Pamungkas akhirnya terpilih setelah melewati proses seleksi yang ketat dan panjang. Sapi berbobot 951 kilogram itu dinilai memiliki postur tubuh ideal, kesehatan prima, serta kualitas fisik yang memenuhi standar tinggi sehingga mampu menyisihkan puluhan sapi lain dari berbagai peternakan.
Proses penilaian dilakukan secara teliti oleh tim ahli peternakan dengan mempertimbangkan usia, bobot, kondisi kesehatan, hingga kelayakan fisik secara menyeluruh. Terpilihnya sapi asal Maros ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peternak lokal, sekaligus membuktikan bahwa kualitas ternak daerah mampu bersaing dan mendapat pengakuan dalam ajang seleksi bergengsi.
Sampai di sini jumpa kita dalam Mozaik hari ini. Semoga esok Allah masih mempertemukan kita dengan puasa Arafah yang penuh keberkahan, dan lusa kita menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan hati yang bersih, jiwa yang lapang, serta silaturahmi yang kembali terjalin hangat di antara sesama. Di hari-hari pengorbanan ini, semoga setiap langkah kecil yang kita lakukan menjadi jalan menuju ridha-Nya. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Pantun Penutup
Hadir ke masjid membawa kurban,
Kurban dipotong penuh syukur suasana.
Bila ada khilaf dalam perjumpaan,
Mohon maaf lahir batin untuk semuanya.
Salam Santun : Syakhruddin Tagan

