SYAKHRUDDINNEWS.COM – Ahad pagi, 3 Mei 2026, mentari baru saja mengintip di ufuk timur ketika jajaran besar Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menjejakkan semangat di kawasan Boulevard Kota Makassar.
Di tengah udara pagi yang masih menyisakan kesejukan, para lansia tampil penuh energi, menyatu bersama para pencinta senam yang memadati ruang terbuka favorit warga kota.
Boulevard bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan telah menjadi panggung silaturahmi, ruang tawa, sekaligus surga kecil bagi penikmat kuliner yang selalu dirindukan setiap akhir pekan.
Irama musik senam yang menggema memecah pagi, menghadirkan wajah-wajah ceria yang seolah menolak tunduk pada usia. Di sela suasana penuh keakraban itu, Koordinator kegiatan, Hj. Sumiaty Sattar, kembali mencairkan suasana dengan slogan khasnya yang selalu mengundang gelak tawa. “Bukan janda sembarang janda, janda bergaya beranak satu,” ujarnya berseloroh di hadapan rekan-rekannya.
Kalimat sederhana itu pun sontak menghadirkan keceriaan, membuktikan bahwa semangat hidup para lansia tetap menyala dalam canda yang hangat dan penuh makna.
Di sudut lain, Amirah Sambe tampak sibuk berkomunikasi dengan para anggota dan sahabat LLI. Dengan penuh antusias, ia tengah menghimpun berbagai paket door prize yang nantinya akan memeriahkan agenda “Rakernis LLI Triwulan II” yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Ramayana, Jalan Gunung Bawakaraeng Nomor 121 Makassar.
Kegiatan tersebut berada di bawah koordinasi Kiswanto selaku General Manager Hotel Ramayana, sosok yang selama ini dikenal ramah dan konsisten memberikan pelayanan prima bagi para lansia di Sulawesi Selatan.
Namun pagi itu bukan hanya tentang olahraga dan kebersamaan. Ada pula denyut kepedulian yang mengalir hangat di antara keluarga besar LLI Sulsel. Seusai senam pagi, rombongan dijadwalkan melanjutkan silaturahmi dengan mengunjungi Ibu St. Norma yang tengah menjalani perawatan di kediamannya di Kompleks Perumahan Pesona Prima Griya.
Kunjungan itu menjadi penanda bahwa di usia senja, persaudaraan tidak sekadar diucapkan, melainkan dirawat dengan kasih sayang dan perhatian yang tulus.
Begitulah LLI Sulsel menenun hari-harinya. Di antara langkah senam, canda sederhana, dan kepedulian kepada sesama, para lansia itu mengajarkan bahwa usia lanjut bukanlah akhir dari kebahagiaan, melainkan musim indah untuk terus menebar semangat hidup (sdn)

