SYAKHRUDDINNEWS.COM – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Aula DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan pada Minggu pagi, 12 April 2026.
Di ruang itu, halalbihalal tak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang temu batin yang dirangkai oleh Ketua DPW, Dr. Abdul Hayat Gani, M.Si, dengan menghadirkan penceramah kondang Ustaz Arifuddin Lewa.
Acara dipandu dengan luwes oleh H. Syakhruddin DN, mengalirkan suasana yang cair sejak awal hingga akhir.
Dalam sambutannya, Abdul Hayat Gani menegaskan bahwa halalbihalal adalah momentum mempertautkan kembali simpul-simpul silaturahmi setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan, sebuah “diklat spiritual” yang menempa disiplin, pengendalian diri, serta memperdalam iman dan takwa.
Dari proses itulah, setiap individu diharapkan mampu bercermin, saling mengoreksi, dan memperkuat persatuan dalam bingkai kebersamaan.
Sementara itu, Ustaz Arifuddin Lewa tampil dengan gaya khasnya, renyah, reflektif, sekaligus menghibur.
Ia memaknai halalbihalal sebagai ruang untuk “membersihkan diri”, mengubur keangkuhan dan kesombongan, lalu kembali pada fitrah sebagai hamba yang muttaqin.
Ia juga menuturkan kilas balik perjalanan dakwahnya yang dimulai sejak usia 18 tahun, diselingi kisah-kisah personal yang mengundang senyum, termasuk kebiasaannya menyisipkan lagu-lagu kenangan dan lantunan selawat dalam ceramah.
Kenangan mendampingi almarhum Gubernur Amin Syam berkeliling daerah pun turut ia kisahkan, bahkan dengan selipan cerita yang nyaris membawanya pada situasi PAW, yang disambut gelak tawa hadirin.
Dalam satu penegasan yang lugas, ia mengingatkan bahwa dalam dinamika organisasi dan partai, kebersamaan dengan pimpinan menjadi kunci dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Kegiatan ini turut dihadiri beragam elemen, mulai dari komunitas Lembaga Lanjut Usia Indonesia di bawah koordinasi Dra. Hj. Nirmawati Gani, perwakilan Generasi Sosial (Gesos) Angkatan 1991, hingga sahabat dari komunitas disabilitas yang dikoordinasikan oleh Sdr. Dawam.
Hadir pula jajaran pengurus DPW dari Makassar, Maros, dan Takalar, serta para undangan lainnya, memperkaya suasana kebersamaan lintas generasi dan latar belakang.
Kemeriahan acara kian terasa saat sesi doorprize digelar, menghadirkan antusiasme peserta yang berlomba menjawab pertanyaan dari pemandu acara.
Pada akhirnya, momen kebersamaan itu ditutup dengan foto bersama dan santap siang, meninggalkan kesan hangat tentang arti silaturahmi yang hidup tidak hanya diucapkan, tetapi juga dirasakan (sdn)


