SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pembaca setia Mozaik Kehidupan, kita kembali berjumpa di awal pekan Senin, 13 April 2026, dalam denyut zaman yang bergerak cepat namun menyisakan kegelisahan yang kian terasa.
Isu kenaikan harga BBM kembali bergaung, menjalar hingga ke sudut-sudut kampung, memantik wacana sederhana yang sarat makna: kembali mengayuh sepeda, menyalakan kayu bakar.
Sebuah ironi sunyi di tengah narasi pertumbuhan ekonomi yang digaungkan. Di panggung global, ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat belum menemukan jeda, seolah menegaskan bahwa gejolak dunia tak pernah benar-benar jauh dari dapur-dapur kecil masyarakat.
Realitas ini mengingatkan kita: pembangunan bukan sekadar deretan angka, melainkan rasa aman yang hadir dan kesejahteraan yang dirasakan. Ketika kebutuhan pokok kian menjauh dari jangkauan, harapan diuji, namun tak seharusnya padam.
Di awal pekan ini, mari tetap menyalakan optimisme: bahwa di tengah tekanan, selalu ada ruang untuk bertahan, beradaptasi, dan saling menguatkan, agar langkah hidup tetap berpijak pada martabat dan harapan yang terjaga.
Pantun pembuka:
Hari Senin pergi bekerja,
Langkah ringan menyapa pagi.
Hidup berjalan penuh cerita,
Harapan tumbuh di hati sanubari.
Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan berakhir tanpa titik temu. Kedua pihak saling menyuguhkan versi yang berseberangan:
Washington menilai Teheran tak bersedia memenuhi komitmen penghentian pengembangan senjata nuklir secara jangka panjang, meski mengklaim telah melunak dalam negosiasi.
Sebaliknya, Iran menuding tuntutan Amerika terlalu berlebihan dan tidak realistis. Perbedaan mendasar soal isu nuklir kembali menjadi simpul yang tak terurai, membuat perundingan di Islamabad berakhir buntu.
Di tengah ketegangan itu, suhu geopolitik kembali meningkat setelah Donald Trump melontarkan ancaman kepada China agar tidak mengirimkan senjata ke Iran.
Pernyataan tersebut segera direspons tegas oleh Beijing yang menolak tuduhan itu dan menegaskan bahwa kerja sama dengan Teheran bersifat sah serta tidak melanggar hukum internasional.
China bahkan menilai sikap Washington berpotensi memperkeruh keadaan, di saat dunia tengah berada dalam fase sensitif terhadap isu keamanan dan aliansi militer.
Di dalam negeri, wacana mempertemukan dua kekuatan politik besar Prabowo Subianto dan Surya Paloh menjadi sorotan sebagai isyarat baru dalam peta politik nasional.
Gagasan ini tak sekadar soal koalisi, tetapi juga upaya meredam polarisasi pasca-pemilu serta membangun stabilitas pemerintahan yang lebih kokoh. Namun, jalan menuju penyatuan tidaklah ringan.
Perbedaan ideologi, kepentingan kader, hingga jejak kompetisi masa lalu menjadi tantangan yang harus dijembatani dengan bijak. Jika berhasil, langkah ini dapat menjadi model baru konsolidasi politik; jika tidak, ia justru berisiko mempertegas sekat lama.
Di sektor ketenagakerjaan, data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sepanjang 2025 sebanyak 88.519 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Angka terbesar terkonsentrasi di provinsi dengan basis industri kuat: Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.
Fakta ini mencerminkan tekanan ekonomi yang masih fluktuatif, sekaligus menjadi pengingat bahwa stabilitas industri dan perlindungan tenaga kerja tetap menjadi pekerjaan rumah besar.
Sementara itu, perhatian publik tertuju pada kasus kematian seekor harimau di Bandung Zoo yang memicu audit menyeluruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa.
Pemeriksaan mencakup perawatan, pakan, habitat, hingga standar medis. Langkah ini menjadi momentum evaluasi bagi pengelolaan lembaga konservasi, sekaligus dorongan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
Dari kawasan timur Sulawesi Selatan, suara aspirasi kembali menggema. Ketua DPRD Kota Palopo, Aji Darwis, menyerukan “Hidup Provinsi Luwu Raya” di hadapan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, sebuah seruan yang mencerminkan harapan lama masyarakat akan pemekaran wilayah.
Pembentukan Provinsi Luwu Raya dipandang sebagai langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, dan mengoptimalkan potensi daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.
Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Aula DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan pada Minggu pagi, 12 April 2026.
Di ruang itu, halalbihalal tak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang temu batin yang dirangkai oleh Ketua DPW, Dr. Abdul Hayat Gani, M.Si, dengan menghadirkan penceramah kondang Ustaz Arifuddin Lewa.
Acara dipandu dengan luwes oleh H. Syakhruddin DN, mengalirkan suasana yang cair sejak awal hingga akhir.
Dalam sambutannya, Abdul Hayat Gani menegaskan bahwa halalbihalal adalah momentum mempertautkan kembali simpul-simpul silaturahmi setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan, sebuah “diklat spiritual” yang menempa disiplin, pengendalian diri, serta memperdalam iman dan takwa.
Dari proses itulah, setiap individu diharapkan mampu bercermin, saling mengoreksi, dan memperkuat persatuan dalam bingkai kebersamaan.Sementara itu, Ustaz Arifuddin Lewa tampil dengan gaya khasnya, renyah, reflektif, sekaligus menghibur.
Ia memaknai halalbihalal sebagai ruang untuk “membersihkan diri”, mengubur keangkuhan dan kesombongan, lalu kembali pada fitrah sebagai hamba yang muttaqin.
Ia juga menuturkan kilas balik perjalanan dakwahnya yang dimulai sejak usia 18 tahun, diselingi kisah-kisah personal yang mengundang senyum, termasuk kebiasaannya menyisipkan lagu-lagu kenangan dan lantunan selawat dalam ceramah.
Akhirnya, dari ragam peristiwa yang menghampar, dari global hingga lokal, kita belajar bahwa kehidupan selalu bergerak dalam irama yang tak sederhana. Namun selama harapan tetap dirawat, masa depan akan selalu menemukan jalannya.
Pantun penutup:
Hujan panas silih berganti,
Langit redup kembali berseri.
Hidup berputar tak henti-henti,
Harapan tumbuh menemani hari.
Sampai di sini perjumpaan kita hari ini. Esok, kita akan kembali bersua dengan cerita yang lebih segar dan makna yang terus menyala.
Salam Santun : Syakhruddin Tagana



Super sekali karya-karyanya kanda, salut dan doa terbaik selalu agar diberi umur panjang serta kesehatan yang prima dan sentiasa berbagi manfaat bagi orang banyak 👍🤲
tERIMA KASIH DAN MARI SALING MEMBAHAGIAKAN
Disaat hampir semua negara merdeka termasuk sekutu Uni Eropa berpihak ke Iran …
Disaat hampir semua penduduk Negara Kesatuan Republik Indonesia berpihak ke Iran …
Presiden Indonesia Prabowo Subianto malah berpihak ke Amerika Israel … Tantrum juga !