SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pembaca setia Mozaik Kehidupan, di tengah riuhnya arus zaman yang tak pernah benar-benar berhenti, ada ruang-ruang sunyi yang kerap luput dari perhatian kita.
Di sanalah para orang tua kita, ayah dan ibu, menapaki usia senja dengan langkah yang kian melambat. Rumah yang dahulu riuh oleh tawa dan jejak-jejak kecil, kini lebih sering dipenuhi keheningan yang panjang.
Waktu terasa berlimpah bagi mereka, namun tidak selalu diiringi kehadiran yang menghangatkan. Dunia terus berlari, anak-anak mengejar mimpi, teknologi melesat tanpa jeda, sementara mereka perlahan tertinggal di tepian, menyaksikan perubahan dalam diam.
Kesunyian itu tidak pernah benar-benar bersuara, namun ia meresap dalam, menghadirkan rindu sederhana: sapaan yang tulus, waktu yang diluangkan, dan keyakinan bahwa mereka tetap berarti.
Ahad pun hadir sebagai jeda yang penuh makna, ruang yang seharusnya kita isi dengan kepedulian yang lebih utuh. Duduk di samping mereka, mendengar cerita yang mungkin berulang, atau sekadar menanyakan kabar dengan hati yang hadir sepenuhnya, menjadi bentuk kasih yang tak ternilai.
Merawat lansia bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan lahiriah, tetapi menjaga agar batin mereka tetap hangat dan merasa dihargai. Sebab pada akhirnya, cara kita memperlakukan mereka hari ini adalah cermin masa depan kita sendiri, agar kelak, kita tidak menjadi bagian dari sunyi yang tak terucap.
Pantun Pembuka:
Masa tua penuh cerita,
Langkah pelan sarat makna,
Jangan biarkan hati mereka hampa,
Kasih sayang tak lekang oleh usia.
Pagi ini, sebanyak 40 anggota Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri undangan halalbihalal yang digelar oleh Abdul Hayat Gani bersama keluarga besar Partai Persatuan Indonesia di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 9, Makassar.
Kehadiran para lansia tidak sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan menjadi ruang hangat untuk merajut kembali silaturahmi, mempertemukan pengalaman hidup dengan semangat kebersamaan lintas generasi.
Suasana kekeluargaan terasa kental dengan hadirnya berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengurus dan anggota Gesos, komunitas disabilitas binaan Pak Dawam, hingga para simpatisan dari beragam latar belakang.
Tausiah yang disampaikan oleh penceramah Arifuddin Lewa semakin memperkuat nuansa religius, menghadirkan pesan-pesan kebajikan yang menyejukkan, sekaligus mempererat jalinan persaudaraan dalam momentum halalbihalal yang sarat makna.
Di belahan dunia lain, perhatian publik tertuju pada misi antariksa Artemis II. Empat astronaut yang telah menyelesaikan perjalanan mengelilingi Bulan kini memasuki fase paling krusial: kembali ke Bumi.
Tahap re-entry menjadi titik paling berisiko, di mana wahana harus menembus atmosfer dengan kecepatan tinggi, menghadapi suhu ekstrem hingga ribuan derajat Celsius.
Kegagalan sekecil apa pun pada sistem pelindung panas, navigasi, atau parasut dapat berujung fatal. Meski misi berjalan sesuai rencana, bayang-bayang risiko teknis tetap menjadi tantangan nyata yang harus dilalui dengan presisi tinggi.
Sementara itu, sorotan publik juga mengarah pada Melania Trump yang akhirnya angkat bicara terkait dugaan kedekatannya dengan Jeffrey Epstein. Ia menegaskan tidak memiliki hubungan personal yang erat maupun keterlibatan dalam lingkaran sosial kontroversial tersebut.
Menurutnya, spekulasi yang beredar cenderung dibesar-besarkan dan tidak berdasar. Klarifikasi ini muncul seiring kembali mencuatnya perhatian terhadap jaringan Epstein, yang selama ini menyeret banyak nama besar dan memantik perdebatan tentang kekuasaan, pengaruh, serta akuntabilitas di kalangan elite global.
Di dalam negeri, polemik juga muncul dari sektor transportasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Motor listrik yang digunakan mengusung desain trail, yang dinilai tangguh untuk medan berat namun kurang ramah bagi sebagian pengguna, khususnya perempuan.
Dari sisi ergonomi dan kenyamanan, motor jenis ini dianggap kurang sesuai untuk mobilitas harian, terutama bagi mereka yang terbiasa menggunakan skuter matik. Pengamat menilai perlunya alternatif kendaraan yang lebih inklusif agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Perbincangan publik turut diwarnai oleh kabar pernikahan Haji Buhari dengan seorang gadis berusia 18 tahun di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Pernikahan dengan mahar mencapai Rp100 juta itu disebut tidak tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA), sehingga memunculkan polemik.
Di satu sisi dipandang sebagai ranah pribadi, namun di sisi lain memicu diskursus tentang aspek hukum, usia, serta perlindungan perempuan, sekaligus kembali menyoroti praktik pernikahan tidak tercatat yang masih terjadi di sejumlah daerah.
Kabar bahagia datang dari dunia akademik. Dosen muda Abd. Gaffar Yusuf, S.Sos., M.Sos resmi mempersunting Yustinar Innayah Safitri, S.Ag dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Lampung.
Kebahagiaan ini rencananya akan dilanjutkan dengan syukuran di Makassar bersama rekan dosen dan pegawai, sebelum pasangan tersebut menghadiri rangkaian acara keluarga di Luwu Timur. Semoga pernikahan ini menjadi awal dari keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Dari ranah organisasi, Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua PWI Sulawesi Selatan, Zulkifli Gani Ottoh, memimpin langsung penyusunan tata naskah pemilihan pengurus periode 2026–2031.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah, Makassar, melibatkan Tim OC dan SC guna memastikan seluruh tahapan berjalan sistematis dan sesuai mekanisme organisasi.
Proses ini masih berlangsung di bawah koordinasi Abd. Rachman Manaf, dengan fokus pada penyempurnaan regulasi yang transparan dan akuntabel.
Pantun Penutup:
Malam Senin langit berbintang,
Angin sepoi membawa harapan,
Jangan biarkan kasih menghilang,
Sebelum waktu menutup kesempatan.
Penulis : Syakhruddin Tagana



