SYAKHRUDDINNEWS.COM – Suasana duka masih menyelimuti kediaman keluarga almarhum Herman Bin Yusuf Dg Tutu (65) di Jalan Rappocini Raya Gang I, Makassar.
Puluhan keluarga, tetangga, dan sahabat dekat memadati rumah duka pada acara takziyah malam pertama sekaligus malam terakhir, Sabtu 15 November 2025. Kehadiran mereka menjadi wujud cinta dan penghormatan terakhir bagi almarhum yang dikenal ramah dan hangat dalam pergaulan.
Acara takziyah dipandu oleh Imran, adik ipar almarhum. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Ananda Srikandi, mengalunkan suasana hening dan penuh kekhusyukan.
Penulis selaku sahabat almarhum, turut diminta menyampaikan testimoni persahabatan. Dalam ungkapan yang mengharukan, penulis menggambarkan perjalanan kedekatan dengan almarhum serta menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah yang sejak awal telah hadir dari proses pemulasaran, menshalati, hingga mengantarkan ke peristirahatan terakhir di Pemakaman Islam Panaikang.
“Semua itu adalah bentuk pengabdian dan amal baik yang insya Allah akan dibalas oleh Allah SWT,” ungkap penulis, disambut anggukan pelan para hadirin yang larut dalam suasana duka.
Pada kesempatan tersebut, Ustaz H. Syachruddin, guru pada MAN 2 Makassar, memberikan tausiyah yang menyoroti hakikat kematian serta makna salam sebagai doa keselamatan antar sesama muslim.
Dengan tutur yang lembut namun tegas, beliau mengingatkan pentingnya menjaga shalat lima waktu sebagai bekal utama menghadapi kehidupan akhirat.
“Setiap salam yang kita ucapkan adalah doa. Dan shalat yang kita dirikan adalah tiang yang menjaga hidup kita di dunia dan akhirat,” pesan sang ustaz.
Menjelang akhir acara, hujan deras sempat mengguyur kawasan Rappocini. Namun hanya berlangsung singkat, seolah menjadi isyarat langit yang turut mendoakan almarhum.
Para jamaah kemudian pulang dengan tertib, membawa tentengan yang telah disiapkan pihak keluarga sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih.
Kepergian Herman Bin Yusuf Dg Tutu menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan para sahabat. Namun nilai kebaikan dan kesetiaan yang beliau tinggalkan menjadi teladan yang akan terus dikenang (sdn)



