SYAKHRUDDINNEWS.COM – Puisi rindu buat Kak Balfas di Samarinda
Bila Antropolog Unhas,
Agam Rinjani,
memilih Rinjani
sebagai peraduan sunyinya,
maka kakanda,
menetapkan Samarinda
di tepian Mahakam
sebagai dermaga terakhir,
tempat jangkar hati diturunkan.
Pernah kularung rindu
mengikuti arus pelayaran
hingga Sungai Kandilo,
namun panggilan leluhur
menggaung dari tanah asal,
membisikkan takdir:
Pulanglah…
jadi penjaga yang tak bertepi.
Kelak,
jika ada generasi baru
yang menapaki jejak petualangan,
itu karena darah Jas Merah Unhas
tak pernah pudar warnanya.
Mereka tegar di terpa badai,
kukuh di landa gelombang,
hingga akhirnya—
tetap bertapa
dalam keabadian.
