SYAKHRUDDINNEWS.COM – Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) adalah hari peringatan nasional di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 29 Mei setiap tahunnya.
HLUN merupakan momentum untuk menghormati, menghargai, dan memberikan perhatian khusus terhadap para lanjut usia (lansia) di Indonesia, sebagai bentuk pengakuan atas jasa dan kontribusi mereka dalam pembangunan bangsa.
Di tahun 2025, HLUN oleh Kementerian Sosial menggantinya dengan “Hari Bakti Sosial Bagi Lanjut Usia”, khusus di Provinsi Sulawesi Selatan diperingati dengan rangkaian kegiatan yang berbeda.
Di Kabupaten Bantaeng menurut laporan H. Abdullah Taibe diperingati dengan semarak, dengan mengusung tema, Bantaeng Bangkit, Lansia Sehat, Semangat Bahagia di hari Tua.
Sementara organisasi Lembaga Lanjut Usia Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan yang di ketuai DR. Syafri Arief, M.Si memusatkan Peringatan Hari Bakti Sosial Untuk lanjut Usia di Kawasan Permandian Alam, Tanjung Bayang, Makassar, Kamis 28 Mei 2025.
Direncanakan akan dihadiri Pembina LLI, DR. Abdul Hayat Gani, M.Si dihadiri jajaran Pengurus dan Anggota LLI Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan. Sesuai agenda Panitia Panitia yang diketuai, Hj.Andi Yunita Dirham,M,Si pihak melaporkan bahwa dua orang anggota Lansia yang dibinanya akan mendapatkan kursi roda dari Kementerian Sosial melali Sentra Wirajaya Makassar, sementara 10 orang lainnya akan memperoleh pakaian layak pakai yang dihimpun dari para anggota LLI yang aktif dalam kepanitiaan di tahun 2025.
Sedang untuk Sentra Wirajaya Makassar, akan menggelar kegiatan peringatan Hari Bakti Sosial Bagi untuk Lansia pada Hari Sabtu 31Mei 2025 di halaman upacara Sentra Wirajaya di Jalan AP.Pettarani makassar, dengan agenda kegiatan, senam lansia dilanjutkan dengan fun games dan pemeriksaan Kesehatan gratis.
Puncak acara ditandai dengan live sapa Bersama Menteri Sosial RI, penyerahan alat bantu secara simbolis dan Perekaman Adminduk dan Penyerahan Hak Sipil secara simbolis.
Latar Belakang dan Sejarah HLUN
HLUN ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1998. Penetapan tanggal 29 Mei dipilih karena pada tanggal tersebut pada tahun 1945, Bung Karno (Soekarno) yang telah berusia lanjut tetap berperan aktif dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, terutama saat rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Hal ini menjadi simbol bahwa usia lanjut bukanlah penghalang untuk berkontribusi bagi negara.
Tujuan Peringatan HLUN
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran lansia dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan negara.
Mengapresiasi kontribusi lansia dalam berbagai bidang kehidupan.
Mendorong kebijakan dan program pemerintah serta lembaga terkait dalam mewujudkan kesejahteraan lansia.
Mengajak generasi muda untuk menghormati dan merawat para lansia.
Membangun solidaritas lintas generasi agar terwujud masyarakat yang ramah lansia.
Tema HLUN
Setiap tahun, HLUN mengangkat tema berbeda yang disesuaikan dengan isu-isu aktual mengenai lansia, seperti kesehatan lansia, partisipasi lansia dalam pembangunan, perlindungan sosial, hingga kemandirian ekonomi lansia.
Tema-tema ini digunakan untuk mengarahkan kegiatan peringatan agar berdampak nyata bagi lansia.
Contoh tema sebelumnya:
HLUN 2023: “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat”
HLUN 2024: “Lansia Terlindungi, Indonesia Maju”
HLUN 2025 : “Lansia Bahagia Indonesia Sejahtera”
Kegiatan Peringatan HLUN
Kegiatan HLUN biasanya dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun daerah, serta organisasi masyarakat, dan meliputi:
Pemeriksaan kesehatan gratis untuk lansia
Bakti sosial dan pemberian bantuan
Kegiatan seni dan budaya yang melibatkan lansia
Seminar atau talkshow tentang isu lansia
Ziarah dan penghargaan bagi tokoh lansia inspiratif
Pelayanan administrasi kependudukan khusus lansia
Makna HLUN
HLUN bukan hanya seremonial, tetapi merupakan wujud nyata dari kepedulian sosial dan tanggung jawab negara dan masyarakat terhadap kesejahteraan lansia. HLUN menjadi pengingat bahwa lansia adalah bagian penting dari masyarakat yang memiliki hak untuk hidup layak, sehat, aman, dan bermartabat.
Untuk mengembangkan do you organisasi, Pengurus Lembaga Lanjut Usia Provinsi Sulawesi Selatan, telah membentuk pengurus di tingkat kabupaten/kota, meliputi ;
- Takalar
- Jeneponto
- BUlukumba
- Maros
- Pangkep
- Barru
- Kota Parepare
- Pinrang
Insya Allah dalam tahun 2025 akan segera menyusul untuk membentuk Lembaga Lanjut Usia, masing-masing Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Sinjai, termasuk menyempurnakan kepengurusan LLI Kabupaten Bantaeng, agar sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dari Pengurus LLI Pusat yang diketuai Bachtiar Chamsjah (sdn)
