SYAKHRUDDINNEWS.COM – Ziarah kubur adalah kegiatan mengunjungi makam orang yang telah meninggal, baik itu keluarga, ulama, atau tokoh tertentu, dengan tujuan mendoakan mereka serta mengambil pelajaran dari kematian.
Dalam Islam, ziarah kubur dianjurkan karena dapat mengingatkan manusia akan kehidupan setelah mati (akhirat) serta memperkuat keimanan.
Tujuan dan Manfaat Ziarah Kubur ; Mengingat Kematian dan Kehidupan AkhiratRasulullah SAW bersabda:“Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur. Sekarang berziarahlah, karena itu dapat mengingatkan kalian kepada kematian.” (HR. Muslim).
Mendoakan dan Memohon Ampunan untuk Orang yang Telah MeninggalSebagaimana dalam Al-Qur’an, umat Islam dianjurkan untuk mendoakan orang yang telah wafat.
Menghubungkan Silaturahmi dengan Keluarga yang Telah MeninggalMeskipun secara fisik telah tiada, menjaga hubungan dengan mereka melalui doa tetap dianjurkan.
Mengambil Ibrah (Pelajaran) dari Kematian, Mengingat kematian dapat mendorong seseorang untuk lebih bertakwa dan menjauhi perbuatan dosa.
Adab Ziarah Kubur dalam Islam ; Mengucapkan salam saat memasuki area pemakamanContohnya:”Assalamu’alaikum ya ahlad-diyaari minal-mu’minina wal-muslimiin, wa inna insyaAllah bikum laahiqoon, nas’alullah lana wa lakumul-‘aafiyah.”
Mendoakan kebaikan dan memohon ampunan untuk yang telah meninggal
Tidak menangis secara berlebihan atau meratap
Tidak melakukan perbuatan syirik, seperti meminta sesuatu kepada orang yang telah meninggal
Tidak duduk atau menginjak kuburan
Hukum Ziarah Kubur ; Bagi laki-laki, ziarah kubur dianjurkan karena dapat mengingatkan akan kematian.
Bagi perempuan, sebagian ulama membolehkan dengan syarat tidak meratap atau berbuat hal yang dilarang.
Secara umum, ziarah kubur merupakan amalan yang baik jika dilakukan sesuai dengan ajaran Islam. Bagi umat lain, tradisi ini juga ada dalam bentuk dan keyakinan masing-masing, seperti menghormati leluhur atau berdoa di makam keluarga.
Pengalaman Ziarah Kubur Menjelang Ramadan 1446 H
Menjelang 1 Ramadan 1446 H yang diprediksi jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, penulis bersama keluarga mengunjungi makam orang tua serta almarhum Muhammad Darwis Bin Hamid (70), yang telah dimakamkan pada Senin, 10 Februari 2025 di Pekuburan Keluarga di Dusun Tamalallang, Desa Lempangan, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.
Kunjungan ini dilakukan bersama istri, Rabiah D.N. Dg Memang, serta anak dan cucu-cucu almarhum dalam suasana hujan rintik. Di sana, kami bertemu dengan Adinda Hj. Harina Ruslan dan anak Muhammad Saing Dg Nuntung.
Selanjutnya, pada Kamis, 27 Februari 2025, kami mengunjungi makam mertua di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Sombaopu, Gowa. Di sana dimakamkan almarhum H. Donding Dg Ngerang di sisi istrinya, Hj. Zaenab Dg Tjaya.
Kemudian, kami melanjutkan ziarah ke Pekuburan Dadi Makassar untuk menziarahi ibunda Sittiara Dg Lebang bersama adinda Abdul Salam dan Alimuddin, serta keluarga lainnya yang dimakamkan di lokasi tersebut.
Ziarah kubur ini menjadi momen refleksi spiritual sekaligus mempererat hubungan keluarga dalam mengenang dan mendoakan mereka yang telah berpulang. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan ampunan kepada mereka yang telah mendahului kita. Aamiin (sdn)





