Di bawah bayang Golkar yang perkasa,
Airlangga bertahan, tegak tanpa cela,
Namun ketika angin kemerdekaan bertiup kencang,
Ia memilih pergi, meninggalkan gelanggang.
Di tengah kemelut politik yang tak bertepi,
Nama Airlangga menggemuruh di setiap sisi,
Dilema besar dihadapi,
Menjaga kehormatan atau menghadapi jeruji.
Di panggung Munas luar biasa nanti,
Akankah muncul sosok baru yang mengganti?
Golkar diuji oleh badai yang menghantam,
Akankah beringin ini tetap tegak atau terbenam?
Di ambang HUT Kemerdekaan yang mendebarkan,
Airlangga meninggalkan jejak penuh tanda tanya,
Misteri kepemimpinannya terus menggema,
Di antara ranting beringin yang dilanda badai tak terduga.
Makassar, 11 Agustus 2024
by.syakhruddin.dn
