SYAKHRUDDIN.COM – Pada tanggal 6 Desember 2023, sebuah penemuan mengejutkan menggemparkan pantai La Palma, Kepulauan Canary, ketika seekor ikan paus sperma mati ditemukan di tepi pantai. Kematian mamalia ini membawa dugaan adanya harta berharga tersembunyi di dalam sistem pencernaannya.
Evakuasi bangkai ikan paus tersebut mengalami kendala serius akibat ombak dan pasang air laut yang terus-menerus naik. Meskipun demikian, Antonio Fernández Rodríguez, Kepala Institut Kesehatan Hewan dan Keamanan Pangan di Universitas Las Palmas, tetap teguh dalam tekadnya untuk mengungkap misteri di balik kematian paus tersebut.
Menurut laporan Greek Reporter, Rodríguez memiliki kecurigaan adanya masalah pencernaan yang mungkin menjadi penyebab kematian paus tersebut. Dengan hati-hati, ia memeriksa usus paus dan menemukan suatu objek padat yang melekat pada bagian usus itu.
“Apa yang saya ambil adalah batu sekitar 50-60 sentimeter dengan berat 9,5 kilogram. Yang saya pegang adalah ambergis,” ungkap Rodríguez.
Ternyata, gumpalan padat tersebut adalah ambergis, juga dikenal sebagai Emas Terapung, senilai 500 juta dolar AS atau setara dengan Rp7,6 miliar. Ambergis, yang menjadi keinginan utama para pembuat parfum untuk melengkapi bahan premium, ditemukan terperangkap di dalam usus paus.
Ambergis sendiri memiliki asal-usul misterius. Diciptakan oleh sekitar satu dari setiap 100 paus sperma, ambergis terbentuk dari sisa-sisa cumi dan sotong yang tidak dapat dicerna sepenuhnya dan kemudian mengeras dalam saluran pencernaan paus.
Meskipun biasanya ditemukan mengapung di laut, dalam beberapa kasus, seperti pada paus di La Palma, ambergis dapat tumbuh hingga mencapai ukuran tertentu yang menyebabkan pecahnya usus paus dan mengakibatkan kematian mamalia tersebut.
Perlu dicatat bahwa perdagangan ambergis telah dilarang sebagai bagian dari upaya untuk melindungi paus dari penangkapan dan eksploitasi. Amerika Serikat, Australia, dan India merupakan beberapa negara yang memberlakukan larangan perdagangan ambergis.
Fernández, yang telah melakukan autopsi pada lebih dari 1.000 paus, mengungkapkan bahwa kematian paus disebabkan oleh sepsis akibat keberadaan ambergis. Saat ini, Institut Kesehatan Hewan dan Keamanan Pangan sedang mencari calon pembeli untuk ambergis tersebut.
Fernández berharap hasil penjualan tersebut dapat membantu korban yang terkena dampak letusan gunung berapi yang terjadi di La Palma pada tahun 2021 (sdn)
