SYAKHRUDDIN.COM – Besok petang, Senin 2 Oktober 2023, empat anggota dari Kerukunan Purnakaryawan Sosial (Kapesos) dan Lembaga Lanjut Usia (LLI) Indonesia Sulawesi Selatan, yakni St. Amirah Sambe, Rosdianah, Norma, dan Ny. Amir Sambe, tiba kembali ke tanah air, setelah menyelesaikan perjalanan umrah mereka, dengan menggunakan pesawat Lion Air.
Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang dipenuhi dengan pengalaman dan ritual yang mendalam.
Mereka percaya, bahwa perjalanan ini akan menjadi bekal berharga dalam memperkuat iman di dalam hati mereka. Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk melaksanakan perintah sholat lima waktu secara tepat waktu, sebagai wujud pengabdian kepada Allah.
Perjalanan ini juga diharapkan dapat meningkatkan silaturahmi di antara sesama anggota Kapesos dan masyarakat secara umum.
Tentu saja, perjalanan mereka penuh dengan kisah-kisah yang penuh inspirasi dan hikmah. Mereka akan berbagi pengalaman mereka dengan anggota lainnya dan berharap agar lebih banyak anggota dapat memiliki kesempatan untuk melaksanakan umrah, terutama dalam suasana berkelompok yang dapat memberikan pengalaman yang lebih mendalam.
Pengurus organisasi Kapesos ingin menyampaikan ucapan selamat atas kembalinya anggota-anggota mereka setelah melaksanakan umrah. Semoga mereka selalu sukses dalam menjalani kehidupan di era purnatugas mereka dan senantiasa dijaga oleh Allah SWT.
Semoga perjalanan ini menjadi inspirasi bagi semua anggota untuk terus berkomitmen dalam menjalani ajaran agama dan memperkuat ikatan sosial di dalam masyarakat.
Seperti diketahui Haji dan Umroh, dua jenis ibadah berbeda yang sama-sama dilaksanakan di Tanah Suci. Kalau ibadah haji mungkin sudah kita tahu sejak kanak-kanak dari pelajaran sekolah tentang rukun islam. Bahwa ibadah yang satu itu adalah rukun islam kelima yang wajib dilaksanakan jika kita mampu.
Tapi bagaimana dengan umroh? Kenapa harus ada umroh kalau sudah ada yang namanya ibadah haji? Mungkin itulah pertanyaan yang sudah sering kamu utarakan pada diri sendiri atau pernah tanyakan pada orang-orang yang kamu kenal.
Jadi, rasanya kita perlu tahu apa hakikat umroh itu sehingga bisa menemukan perbedaannya dari ibadah haji. Lalu menemukan alasan kenapa kedua ibadah tersebut dibedakan satu sama lain.
Kalau selama ini kita mengatakan hakikat umroh itu adalah sebuah perjalanan ziarah. Perjalanan yang diisi dengan rangkaian tawaf, sa’i, tahallul, dan sebagainya.
Maka itu adalah pengertiannya. Hakikat tentu akan lebih dalam lagi. Berikut ini hikmah ibadah umroh yang perlu kita ingat:
Meniru teladan pengorbanan dari Nabi Ibrahim AS
Masing-masing kisah nabi memiliki hikmah dan tauladan tersendiri. Begitu juga dengan kisah Nabi Ibrahim. Seorang nabi yang begitu taat kepada Allah SWT. Beliau begitu sabar ketika diberi cobaan rumah tangganya tak kunjung dikarunia anak.
Lalu saat akhirnya beliau memiliki seorang anak, cobaan datang lagi bertubi-tubi. Dari istri dan anaknya Ismail yang harus pergi jauh dari nabi Ibrahim hingga perintah untuk menyembelih anaknya sendiri. Kisah nabi ibrahim ini tentu sangat berkaitan dengan ibadah haji yang saat ini menjadi ibadah wajib bagi umat islam. Namun, selain itu juga menjadi hakikat perjalanan umroh.
Mengakui persamaan diri dengan orang lain, dan juga segala kelemahan diri
Semua manusia itu sama di hadapan Allah. Itulah yang nampak saat kita melaksanakan ibadah umroh. Pakaian kita sama dengan orang lain. Kegiatan yang kita lakukan pun sama. Di sana kekayaan, jabatan, kesarjanaan, dan sebagainya tidak akan terlihat.
Pengampunan dosa
Umroh bisa menjadi salah satu moment untuk meminta pengampunan dosa kepada Allah SWT. Itulah hakikat umroh lainnya. Seperti yang dikatakan oleh HR Bukhari dan Muslim, yaitu “Ibadah umroh sampai umroh berikutinya sebagai kafarat untuk dosa di antara keduanya dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga”. Kalau kita ingin meminta pengampunan dosa di tanah suci, maka tak harus menunggu musim haji. Umroh bisa menjadi alternatif karena umroh bisa dilakukan kapan saja, Salamaki pada salama !
