SYAKHRUDDINNEWS.COM – Minggu pagi selalu datang dengan wajah yang ramah. Udara lebih bersih, langkah kaki terasa ringan, dan Kota Makassar seakan memberi ruang bagi warganya untuk bernapas sejenak dari hiruk-pikuk hari kerja.
Di kawasan Car Free Day, denyut kehidupan itu tampak jelas, di Boulevard Panakkukang, di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, hingga ke kawasan CPI yang menghadap laut.
Bagi Keluarga Besar Pengurus Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Sulawesi Selatan, Minggu pagi bukan sekadar waktu senggang. Ia adalah janji. Janji untuk bergerak, bersua, dan menjaga semangat hidup tetap menyala.
Kegiatan olahraga rutin ini telah terprogram dengan rapi, dijalankan dengan penuh dedikasi di bawah koordinasi Dra. Sumiaty Sattar, Dra. Amirah Sambe, dan Dra. Hj. Nirmawaty Gani.
Dengan kesabaran dan kehangatan, mereka saling bahu-membahu mengingatkan para anggota,sebuah pengingat yang bukan sekadar pesan singkat, melainkan panggilan persahabatan.
Satu per satu, para anggota LLI meninggalkan rumah, menunda sejenak rutinitas pribadi, demi bertemu rekan seangkatan di kawasan CFD. Ada yang datang dengan langkah mantap, ada pula yang pelan namun pasti. Yang mereka cari bukan hanya keringat, tetapi juga tawa dan cerita.
“Pertemuan setiap Minggu itu hiburan tersendiri,” ujar Hj. Hasnah Sambaloge, yang baru saja kembali dari Kupang. Baginya, olahraga dan kuliner adalah satu paket kebahagiaan. Bahkan pagi itu, dengan wajah cerah khas orang yang rindu sahabat, ia berseru,
“Hari ini, saya traktir kawan-kawan.”
Itu bukan hal baru. Sudah menjadi kebiasaan Ibu Hj. Hasnah—setiap pulang dari luar kota, selalu ada ajakan makan bersama. Sebuah tradisi kecil yang justru mempererat ikatan.
“Kalau begitu, kapan lagi keluar daerah?” sahut Rusli Razak, salah seorang anggota LLI yang dikenal paling rajin berolahraga, selalu setia berjalan kaki bersama isterinya, seorang mantan guru asal Enrekang. Canda itu disambut tawa, mengalir ringan seperti pagi itu sendiri.
Di tempat lain, suasana tak kalah hangat. Di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tampak H. Daud Biantong bersama grup Karebosi larut dalam kegiatan olahraga. Sementara itu, Drs. H. A. Salehuddin Karaeng Gau juga hadir, menikmati jalan kaki santai berdampingan dengan isterinya—langkah seirama, senyum sederhana, namun penuh makna.
Pada akhirnya, Minggu pagi bagi warga Kota Makassar adalah ruang bersama. Ruang untuk bergerak, menyapa, dan merawat kebersamaan. Tiga kawasan favorit—Boulevard Panakkukang, Jalan Jenderal Sudirman, dan CPI menjadi saksi bahwa usia bukanlah batas untuk tetap aktif, bahagia, dan saling menguatkan.
Karena di setiap langkah pagi itu, tersimpan satu pesan sederhana: hidup akan selalu terasa lebih ringan ketika dijalani bersama (by.sdn)



