SYAKHRUDDIN.COM – Platform media sosial Meta, yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, berencana merilis aplikasi berbasis teks yang akan menjadi pesaing bagi Twitter.
Menurut laporan dari Bloomberg News yang mengutip sumber yang mengetahui rencana ini, aplikasi tersebut dijadwalkan akan diluncurkan setelah bulan Juni 2023, sebagaimana dilansir Berita Satu.
Aplikasi yang akan bersaing dengan Twitter ini sedang dalam tahap uji coba oleh beberapa influencer untuk mengukur minat mereka dalam mencoba versi awal aplikasi tersebut. Aplikasi ini nantinya akan diintegrasikan dengan Instagram.
Sementara itu, setelah diambil alih oleh Elon Musk, platform Twitter telah mengalami banyak perubahan.
Perubahan ini bahkan menyebabkan sebagian pengguna meninggalkan platform tersebut.
Menurut data terbaru dari Pew Research, mayoritas pengguna Twitter di Amerika Serikat (AS) telah “beristirahat” dari platform tersebut selama setahun terakhir, dan pengguna yang “paling aktif” juga jarang mengirim tweet seperti sebelumnya.
“Pew dalam sebuah laporan yang didasarkan pada survei terhadap 10.701 pengguna Twitter menyebutkan bahwa enam dari sepuluh orang Amerika yang telah menggunakan Twitter dalam 12 bulan terakhir mengatakan bahwa mereka telah beristirahat dari platform tersebut selama beberapa minggu atau lebih selama rentang waktu tersebut.”
Dalam laporan terpisah, Pew juga mempelajari perilaku 1.002 pengguna Twitter yang “paling aktif” dan menemukan penurunan yang signifikan dalam jumlah tweet setelah Twitter diakuisisi oleh Elon Musk.
“Pew mencatat bahwa jumlah rata-rata tweet dari pengguna ini per bulan mengalami penurunan sekitar 25% setelah akuisisi.”
Meskipun Pew tidak melakukan polling tentang alasan pengguna Twitter meninggalkan platform atau apakah tindakan Elon Musk secara langsung bertanggung jawab atas perubahan tersebut, laporan tersebut tidak mempertimbangkan jumlah pengguna baru yang mungkin telah bergabung dengan Twitter dalam setahun terakhir.
Baru-baru ini, Elon Musk juga mengumumkan bahwa Linda Yaccarino, mantan kepala periklanan global NBCUniversal, telah mengundurkan diri dari perusahaannya dan bergabung dengan Twitter sebagai CEO baru (sdn/bs)
